Tangkap Pelaku Klitih, Polres Kulonprogo Sita Golok, Pisau dan Cutter

Kuntadi ยท Kamis, 10 Januari 2019 - 17:17 WIB
Tangkap Pelaku Klitih, Polres Kulonprogo Sita Golok, Pisau dan Cutter

Gelar perkara penangkapan pelaku klitih di Mapolres Kulonprogo, Kamis (10/1/2019). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Satuan Reserse dan Kriminal, Polres Kulonprogo, berhasil mengungkap kasus kekerasan di jalanan atau yang dikenal dengan klitih, yang marak terjadi di wilayah Kabupaten Kulonprogo. Tersangka Rizal (23) ditangkap di rumah kontarakannya di Umbulharjo, Yogyakarta pada Kamis (10/1/2019) dini hari tadi. Sejumlah barang bukti, berupa sebuah pisau, golok, dan dua cutter yang dipakai untuk melukai korban juga disita dari pelaku.

Kapolres Kulonpogo, AKBP Anggara Nasution mengatakan, tersangka yang merupakan pengangguran ini ditangkap setelah melewati serangkaian penyelidikan. Awalnya, polisi mendapatkan tiga laporan tindak penganiayaan dan pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi pada 4 Januari 2019 lalu.

Keempat lokasi laporan itu yakni di timur proyek bandara NIA di Temon, dan di Seworan, Triharjo, Wates. Selang sehari, petugas kembali mendapatkan laporan dari korban curas di fly over Ngelo, Sentolo.

Dari tiga laporan inilah dibentuk tim khusus untuk mengungkap kasus kekerasan yang telah meresahkan masyarakat. Apalagi kasus kekerasan ini juga beredar cepat melalui media sosial. “Dari penyelidikan kami akhirnya mengarah kepada pelaku, dan dini hari tadi kami amankan di Umbulharjo,” kata Anggara dalam gelar perkara di halaman Mapolres Kulonprogo, Kamis (10/1/2019).

Dari pemeriksaan intensif, tersangka mengakui setiap aksinya dilakukan seorang diri. Bahkan di Kulonprogo ada empat kejadian, dan satu di antaranya tidak dilaporkan di polisi. Tersangka juga melakukan aksi kekerasan di wilayah hukum Polres Bantul.

“Kami masih kembangkan kasus ini, apakah memang dilakukan seorang diri atau ada pelaku lain,” ucapnya.

Dari tangan tersangka, petugas menyita sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi AB 5637 CA yang diduga dipakai tersangka setiap beraksi. Petugas juga menyita satu pisau, satu golok, dua unit ponsel hasil rampasan, dan pakaian yang dibawa pelaku.

“Pelaku kami jerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” ucap Anggara.

Sementara itu tersangka Rizal mengaku nekat melakukan aksinya karena butuh uang. Selama ini dia bekerja di salah satu warung bakso di wilayah Kota Yogyakarta. Namun sejak akhir tahun, sudah tidak diperpanjang lagi. “Saya butuh duit. Saya sudah tidak bekerja lagi,” ujarnya.


Editor : Himas Puspito Putra