Tekan Angka Kematian Ibu Hamil, Dinkes Gelar Lomba Bumil Sehat

Kuntadi ยท Selasa, 06 Maret 2018 - 17:33 WIB
Tekan Angka Kematian Ibu Hamil, Dinkes Gelar Lomba Bumil Sehat

Para ibu-ibu pemenang perlombaan bumil sehat yang didampingi para suaminya. (Foto: INews.id/Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Yogyakarta menggelar perlombaan ibu hamil (Bumil) sehat tingkat kota yang diikuti 36 peserta perwakilan dari 18 Puskesmas, di Rumah Sakit (RS) Pratama, Selasa (6/3/2018). Acara perlombaan itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian keluarga dan masyarakat dalam mewujudkan ibu hamil yang sehat, sehingga melahirkan generasi hebat.

Kepala Dinkes Kota Yogyakarta, Fita Yulia Kisworini mengatakan, substansi penilaian dalam lomba itu terdiri atas umur ibu hamil, status kesehatan, jarak kehamilan, tinggi fundus uteri (TFU), lingkar lengan atas (Lila), kadar hemoglobin dan status imunisasi TT. Selain itu, ketepatan pemeriksaan K1-K4, ANC Terpadu, Pengetahuan tentang Buku KIA, keluarga berencana (KB), kesehatan gizi, kesehatan gigi, kesehatan umum, PKK, dan psikologi.

“Untuk juri perlombaan berasal dari dokter spesialis obstetri gynekologi dari RSUP Dr Sarjito dan RS Pratama Kota Yogyakarta, psikolog, dokter umum, dokter gigi, bidan, nutrionis dan perwakilan organisasi PKK Kota Yogyakarta,” kata Fita.

Ketua panitia perlombaan, Soetji Heroe Poerwadi menambahkan, lomba bumil ini sebagai langkah pemerintah dalam menekan angka kematian ibu hamil saat melahirkan. Dia menjelaskan, ada dua faktor yang berkontribusi terhadap kematian ibu hamil, baik secara langsung maupun tidak langsung.


“Langsung itu berhubungan dengan komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas seperti pendarahan preeklampsia dan eklampsia, infeksi persalinan macet dan abortus. Sementara penyebab tidak langsung karena faktor yang memperberat kondisi kehamilan, seperti umur yang terlalu muda ataupun tua, serta jarak yang terlalu dekat,” ujar istri Wakil Wali Kota Yogyakarta tersebut.

Soetji menegaskan, peran suami dan masyarakat sangat penting dalam menekan angka kematian ibu hamil. Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai langkah nyata, di antaranya program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K), suami siaga, kelas ibu, kelompok pendamping ibu dan gerakan sayang ibu. “Kami berharap peserta perwakilan ini menjadi pelopor dan Inspirator serta acuan bagi bumil lainnya,” tuturnya.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Yogyakarta, Tri Mardoyo berencana akan rutin menggelar lomba tersebut. Sebab kegiatan itu bisa memotivasi para bumil agar tetap menjaga kesehatannya saat masa kehamilan.

Dari hasil perlombaan, Tri Astuti Wulandari, peserta asal Karangwaru Tegarejo ditetapkan sebagai Juara I dan Ani Purwaningsih dari kelurahan Wirogunan Mergangsan dan Dewi Wiranti dari Tahunan Umbulharjo, masing-masing menjadi juara II dan III. Sementara juara harapan I diraih oleh Finda Astriyani asal Bener, Tegalrejo, dan Andri Listiyowati, warga Pakuncen, Wirobrajan.


Editor : Donald Karouw