Tekan Angka Kemiskinan, Kemensos Naikkan Dana Bansos Jadi Rp50 Triliun

Kuntadi ยท Rabu, 07 November 2018 - 18:46 WIB
Tekan Angka Kemiskinan, Kemensos Naikkan Dana Bansos Jadi Rp50 Triliun

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

SLEMAN, iNews.id – Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan angka kemiskinan pada 2019 mendatang berada di kisaran 9,2-9,3 persen. Salah satu upayanya dengan menambah dana alokasi bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat tidak mampu.

Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, sesuai data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Maret 2018, angka kemiskinan secara nasional sebesar 9,82 persen. Angka tersebut merupakan yang terendah dalam 10 tahun terakhir.

Menurut Agus, penurunan kemiskinan ini tidak lepas dari semakin meningkatnya dana bansos yang dikucurkan pada 2018 ini. Pada 2019 nanti, Kemensos akan menambah alokasi bansos bantuan untuk mengurangi angka kemiskinan. Jika pada 2018, alokasi dana hanya Rp35 triliun, pada 2019 dana bansos naik menjadi Rp50 triliun.

“Capaian ini harus dipertahankan, dan kemiskinan harus kita tekan,” kata Agus pada Evaluasi Pelaksanaan Bantuan Sosial Pangan, Direktorat Penanganan Fakir Miskin Perkotaan Wilayah II Tahun 2018” di The Rich Sahid Hotel, Yogyakarta, Rabu (7/11/2018).

Mensos yakin, penurunan angka kemiskinan ini akan bisa ditekan lebih banyak, terlebih alokasi anggaran bertambah sekitar 38,8 persen. “Sehingga diharapkan akan mampu menyasar masyarakat miskin lain yang belum ter-cover agar mampu mandiri,” katanya.

BACA JUGA: 

Kemensos Pastikan Program Bantuan Sosial Pangan Sesuai Prinsip 6T

Kurangi Tingkat Kemiskinan, Kemensos Sinergikan Seluruh Model Bansos

Keberhasilan menekan angka kemiskinan ini, kata Agus, tidak lepas dari kerja sama antar kementerian dan lembaga lain. Namun dari hasil evaluasi, bansos berupa Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Bantuan Beras Sejahtera (Rastra) memberikan kontribusi yang sangat besar. “Indeks penerima bantuan akan diperbesar. Harapannya akan mempercepat penurunan angka kemiskinan,” katanya. 

Sasaran penerima bantuan juga tidak akan berubah. Penerima bantuan PKH sebanyak 10 juta dan penerima Rasta serta BPNT di angka 15 juta. Agar lebih tepat sasaran, bantuan BNPT akan dioptimalkan untuk menciptakan masyarakat produktif.   

Di hadapan peserta rakor, Mensos berpesan ke depan agar pengawasan penyaluran bansos terus ditingkatkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Hal ini agar prinsip tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat kualitas, tepat harga dan tepat administrasi (6T) terwujud di lapangan. 


Editor : Kastolani Marzuki