Terciduk, Ibu Anak Satu asal Tegal Belanja Online dengan Bukti Transfer Palsu

Kuntadi ยท Selasa, 13 Agustus 2019 - 16:19 WIB
Terciduk, Ibu Anak Satu asal Tegal Belanja Online dengan Bukti Transfer Palsu

Polisi mengamankan seorang ibu anak satu yang diduga terlibat aksi penipuan secara online. (Foto: iNews.id/Kuntadi).

SLEMAN, iNews.id – Seorang ibu rumah tangga asal Tegal, Jawa Tengah (Jateng), diamankan polisi lantaran diduga telah melakukan serangkaian penipuan jual beli online. Modus yang dilakukan pelaku dengan mengirimkan bukti transfer palsu.

Pelaku, KH (23), diduga telah melakukan penipuan dengan membeli barang-barang seperti wajan, loyang hingga oven secara online. Dia kemudian mengirimkan bukti transfer kepada penjual yang ternyata palsu.

"Untuk mengelabui penjual, pelaku menggunakan bukti transfer palsu. Padahal dia belum mengirimkan uang," kata Direskrimsus Polda DIY, Kombes Pol Y Toni Surya Putra, di Mapolda DIY, Kabupaten Sleman, Selasa (13/8/2019).

BACA JUGA: Istri Pemilik Toko Batik yang Tewas Menghilang, Polres Madiun Buru ke Surakarta

Korban dinilai kurang jeli dan langsung mengirimkan pesanan kepada pelaku. Dia tidak mengecek screenshot bukti transfer yang dikirimkan kepadanya. Begitu sadar, korban langsung menghitung total kerugiannya yang mencapai Rp22 juta.

Setelah melaporkan dugaan kasus penipuan ini ke polisi, petugas kemudian memburu pelaku. Ibu satu anak ini pun diamankan saat sedang berada di rumahnya.

"Ekonomi menjadi alasan pelaku melakukan penipuan ini," ujar dia.

Menurut Kombes Pol Toni, aksi penipuan ini tergolong baru. Pelaku mengunduh aplikasi berpesan Line dengan nama akun Lala. Lewat akun inilah dia membeli sejumlah barang-barang rumah tangga di toko online.

Turut diamankan juga satu buah wajan, loyang, oven, mangkok hingga tatakan makanan. Polisi juga mengamankan barang bukti 40 lembar tangkapan layar chat pelaku dan korban, serta resi pengiriman barang.

BACA JUGA: Pemilik Toko Batik di Madiun Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Tempat Tidurnya 

"Pelaku ini merekayasa, seolah-olah telah mentransfer dan memfoto slip transfer palsu," ujar dia.

Pelaku akan dijerat dengan Pasal 45A ayat (1) jo pasal 28 ayat (1) UU No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008, karena telah menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik.

"Korban terancam hukuman maksimal enam tahun penjara dan denda Rp1 miliar. Selain itu juga akan dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan penjara maksimal 4 tahun," ujar dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal