Tertangkap Berjudi, Warga Kulonprogo Ini Batal Menikahkan Anaknya

Kuntadi ยท Jumat, 09 November 2018 - 12:10 WIB
Tertangkap Berjudi, Warga Kulonprogo Ini Batal Menikahkan Anaknya

Gelar perkara kasus perjudian di Mapolres Kukonprogo, Jumat (9/11/2018). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Seorang warga Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), SRD (44) batal menikahkan anak perempuannya. Pasalnya, dia ditangkap petugas kepolisian Polres Kulonprogo ketika tengah asyik berjudi kartu remi. Sebelum tertangkap berjudi, korban sedianya hendak membeli pisang untuk keperluan hajatan pernikahan.

Dia pun hanya bisa pasrah dan menyesali perbuatannya. SRD tak menyangka, keisengannya bermain judi kartu remi itu berujung tahanan baginya. “Saya sedih sekali,” ucapnya singkat, saat gelar perkara di halaman Mapolres Kulonprogo, Jumat (9/11/2018).

Menurut keterangan pelaku, siang itu dia berencana membeli pisang raja, sebagai salah satu persyaratan dalam tradisi pernikahan di masyarakat Jawa. Namun saat melintas di pos SAR di pinggir Waduk Sermo, Kokap, dia bertemu dengan beberapa temannya.

Saat itu ada sebagian temannya yang tengah berjudi. Dia pun kepincut dan ikut bermain menggunakan uang yang akan dipakai untuk membeli pisang. “Rencananya saya mau membeli pisang, tetapi malah tertangkap,” ujarnya.

Gelaran pesta pernikahan anak perempuannya itu pun menjadi berantakan. Alih-alih menikahkan anaknya, SRD malah ditahan petugas Reskrim Polres Kulonprogo. Dia pun terpaksa memberikan surat kuasa kepada wali untuk menikahkan anaknya itu.

Dari pemeriksaan, ternyata ini bukan kali pertama SRD kedapatan berjudi. Dia bahkan pernah menjalani masa tahanan dalam kasus serupa. “Dulu saya pernah ditahan empat bulan, juga karena berjudi,” tuturnya.

Kasat Reskrim Polres Kulonprogo, AKP Ngadi mengatakan, polisi mengamankan tiga orang dalam kasus perjudian di Pos SAR Waduk Sermo. Selain SRD, polisi juga mengamankan STN (44) warga Gegunung Sendangsari, Pengasih, Kulonprogo dan DWY (23) warga Sermo Tengah, Hargowilis, Kokap.

Pengungkapan ini berawal dari adanya laporan masyarakat jika di Pos SAR Sermo kerap dipakai untuk berjudi. Petugas Buser yang mendapat laporan langsung bergerak cepat ke lokasi. Saat itulah ketiga tersangka sedang bermain judi remi. “Mainnya memang hanya bertiga dengan delapan kartu,” ujarnya.

Petugas mengamankan ketiga tersangka dengan barang bukti berupa uang Rp688.000, tikar dan satu set kartu remi. Para tersangka akan dijerat dengan pasal 303 KUHP tentang Perjudian dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.


Editor : Himas Puspito Putra