Tipu Karyawan Toko Batik, Pengangguran Ini Raup Rp178 Juta untuk Main Judi

Kuntadi ยท Senin, 12 Agustus 2019 - 16:27 WIB
Tipu Karyawan Toko Batik, Pengangguran Ini Raup Rp178 Juta untuk Main Judi

Ditreskrimsus Polda DIY menangkap tersangka DH yang menipu karyawan toko batik dengan dalih investasi showroom mobil. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

SLEMAN, iNews.id – Mengaku sebagai pengusaha batik kondang, DH (41) warga Kalasan, Sleman berhasil menipu sejumlah karyawan toko batik dan suvenir hingga meraup uang Rp178 juta.

Aksi pelaku yang merupakan pengangguran ini terungkap setelah korban melaporkan kasus penipuan dengan modus ivestasi bodong ke Polda DIY.  

Direktur Direskrimsus Polda DIY, Kombes Pol Toni Surya Putra mengatakan, aksi penipuan online ini dilakukan DH dengan menyasar karyawan sebuah toko batik.

Tersangka mengajak sejumlah korbannya untuk berinvestasi patungan dengan dalih membuka showroom. Tersangka menawarkan bagi hasil keuntungan ke korban hingga 30 persen.

“Pelaku ini mengaku sebagai pemilik galeri batik. Untuk memperdayai korban dia menggunakan foto pengusaha di profil WhatsApp,” katanya, Senin (12/8/2019).

BACA JUGA: Masyarakat Diminta Tak Mudah Percaya Modus Penipuan Rekrutmen BIN dan ASN

Toni mengungkapkan, aksi penipuan tersangka terbongkar setelah korban tidak mendapatkan kepastian bagi hasil usaha showroom mobil seperti yang telah dijanjikan. Bahkan, showroom mobil itu pun fiktif. “Korban sudah ada yang merugi hingga Rp178,5 juta. Hingga akhirnya melaporkan kasus ini ke polisi,” ujarnya.  

Menurut Toni, tersangka sangat hafal dalam menjalankan tindak kejahatan penipuannya. Meski tak pernah bertemu dengan korban, tersangka mampu meyakinkan korbannya dengan rutin berkomunikasi melalui chatt menggunakan nomor yang tersimpan dalam media sosial.

Untuk transfer uang, tersangka meminjam buku rekening temannya. “Kita tangkap tersangka di Yogyakarta dan dia mengakui telah melakukan penipuan,” katanya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 45A ayat (1) juncto Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 yaitu menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik, dengan ancaman hukuman maksiman 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Polisi juga menyita kartu ATM, 14 screenshot percakapan di WA dan tujuh lebar bukti transfer asli.

Tersangka juga dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan penjara maksimal 4 tahun. “Hati-hati, jangan mudah tergiur dengan janji dan tawaran kerjasama dengan orang yang tidak dikenal,” katanya.

Kepada penyidik, tersangka mengaku nekat menipu karena tidak memiliki pekerjaan yang jelas. Uang hasil penipuan dihabiskan di meja judi. 


Editor : Kastolani Marzuki