Trans Jogja Disubsidi Rp81 Miliar, DPRD: Sopir Jangan Ugal-Ugalan

Kuntadi ยท Senin, 02 Desember 2019 - 18:35 WIB
Trans Jogja Disubsidi Rp81 Miliar, DPRD: Sopir Jangan Ugal-Ugalan

Manajemen Bus Trans Jogja diminta memperbaiki pelayanan masyarakat. (Foto: Dok.iNews.id)

YOGYAKARTA, iNews.idDPRD DIY mengaku kecewa dengan sikap pengemudi bus Trans Jogja yang ugal-ugalan menerobos lampu merah dan menabrak pengendara motor hingga tewas di perempatan UPN Yogyakarta.

Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana mengatakan, semestinya pengemudi tidak perlu menerobos lampu merah, karena pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp81 miliar dalam satu tahun.

“Dengan konsep by service, mestinya sopir tidak perlu mengejar seteran,” kata Huda Tri Yudiana, saat menerima audiensi Masyarakat Peduli Pelayanan Publik (MP3) Yogyakarta, di Gedung DPRD DIY, Senin (2/12/2019).

Menurutnya, pemerintah telah membuat regulasi berupa peraturan daerah (Perda) Pelayanan Publik Nomor 5 Tahun 2014 sebagai turunan dari Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009. Dalam aturan itu, kata dia, jelas menyebutkan konsep pengelolaan Trans Jogja dengan sistem by service.

“Pemerintah telah memberikan subsidi terhadap Trans Jogja sekitar Rp81 miliar dalam 1 tahun. Subsidi tersebut untuk menghindarkan PT AMI dari kerugian,” kata Huda.

BACA JUGA:

Kecelakaan Bus Trans Jogja Tabrak Pemotor hingga Tewas, Sopir Ditetapkan Tersangka

Terobos Lampu Merah, Bus Trans Jogja Tabrak Pemotor hingga Tewas di Yogya

Semestinya dengan kondisi ini, sopir tidak perlu berperilaku buruk ataupun ugal-ugalan di jalanan. Mereka tidak lagi mengejar setoran dan harus memberika pelayanan yang maksimal. “Secepatnya kami akan panggil PT Anindya Mitra Internasional (AMI) selaku pengelola Trans Jogja,” ujarnya.

Juru Bicara Masyarakat Peduli Pelayanan Publik (MP3) Yogyakarta, Tri Wahyu  mengatakan pengelolaan Trans Jogja ini konsepnya adalah pelayanan, bukan mengejar setoran.

Dari informasi yang ada, gaji sopir Trans Jogja itu melampaui Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), sebesar Rp3,5 juta. “Gaji mereka sudah melampaui upah buruh di Yogya, tidak lagi kejar setoran,” ucapnya.

Wahyu juga mengaku prihatin, dengan etika berlalulintas awak Trans Jogja yang menerobos lampu merah. Semestinya dengan banyaknya anggaran mendorong untuk Tata Etika berlalu lintas.  


Editor : Kastolani Marzuki