UGM Kirim 100 Implan Penyambung Tulang untuk Korban Gempa Palu

Kuntadi ยท Rabu, 03 Oktober 2018 - 16:50 WIB
UGM Kirim 100 Implan Penyambung Tulang untuk Korban Gempa Palu

Dekan Fakultas Teknik UGM Nizam (kanan) menyerahkan implan bantuan yang diterima Tim Ortopedi RSUP dr Sardjito Tejo Rukmoyo untuk dibawa ke Palu, Rabu (3/10/2018). (Foto: iNews/Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.id – Universitas Gadjah Mada (UGM) akan membantu para korban bencana gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Salah satunya dengan memberikan bantuan implan penyambung tulang. Dari laporan yang ada, banyak warga mengalami patah tulang akibat tertimpa bangunan roboh.

Tim peneliti UGM yang tergabung dalam grup riset CIMEDs (Centre for Innovation of Medical Equipment and Devices) akan menyumbang berbagai implan penyambung. Mereka yang terdiri atas narrow dynamics compression plate, small plate, broad plate, reconstruction plate, T plate, dan mini plate.

“Total jumlah implan yang disumbangkan sebanyak 100 implan,” kata Suyitno, dosen Teknik Mesin UGM yang merupakan group leader CIMEDs, saat penyerahan bantuan di Lobi Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) FT UGM, Rabu (3/10/2018).

BACA JUGA:

Korban Selamat Gempa Palu Harap Bantuan Logistik Menjangkau Permukiman

BNPB: 26 Negara Tawarkan Bantuan Tangani Gempa Sulteng

Bantuan diserahkan secara simbolis kepada tim dokter bedah ortopedi UGM untuk dibawa ke Palu pada Kamis (4/10/2018). Implan ini merupakan hasil pengembangan yang telah dilakukan sejak tahun 2007. Pengembangan implan ini didasarkan pada morfometri tulang orang Indonesia dari data hasil pengukuran tulang.

Ide pengembangan implan ini dilatarbelakangi peristiwa gempa Bantul tahun 2006 yang memakan banyak korban jiwa dan korban luka berat dan ringan. Korban luka berat akibat bencana gempa saat itu lebih dari 70 persen adalah mengalami patah tulang.

Kondisi ini menjadikan kebutuhan implan patah tulang sangat banyak dan mendadak. Untuk itulah diperlukan industri dalam negeri yang siap memenuhi kebutuhan implan saat bencana. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan saat bencana, tetapi juga untuk kebutuhan akibat kecelakaan di jalan raya dan di tempat kerja.

Pengembangan implan penyambung tulang ini mendapatkan dukungan pendanaan dari Dikti dan UGM, melibatkan peneliti dari Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) FT UGM, bekerja sama dengan peneliti dari Bagian Ortopedi dan Traumatologi RSUP Sardjito, dan Fakultas Kedokteran UGM. Tim peneliti bekerja dalam group riset CIMEDs yang berpusat di Laboratorium Material DTMI FT UGM.

“Kami sedang mempersiapkan kaki palsu hasil pengembangan di grup riset ini untuk disumbangkan korban cedera kaki pasca bencana,” ujar Suyitno.


Editor : Maria Christina