Uji Coba Pedestrian Malioboro Selasa Wage Picu Penumpukan Sampah

Kuntadi ยท Selasa, 05 November 2019 - 16:58 WIB
Uji Coba Pedestrian Malioboro Selasa Wage Picu Penumpukan Sampah

Suasana saat uji coba semi pedestrian di Jalan Malioboro yang bebas dari kendaraan bermotor, Selasa (18/6/2019). (Foto: iNews/Heru Trijoko)

YOGYAKARTA, iNews.id – Penutupan Jalan Malioboro tiap Selasa Wage untuk pedestrian banyak mendapat apresiasi masyarakat. Namun permasalahan baru muncul dengan penumpukan sampah di ikon wisata Kota Yogyakarta tersebut.

Anggota Forum Pemantau Independent (Forpi) Kota Yogyakarta, Baharudin Kamba mengatakan, sampah kerap ditemukan menumpuk di Pasar Sore.
Selain itu, banyak guiding block yang hilang.

Karena itu, Forpi berharap petugas menindak tegas pengunjung atau wisatawan yang membuang sampah sembarangan. "Karena banyak sampah yang dibuang sembarangan sehingga terkesan kumuh. Ini akan merusak citra kawasan Malioboro,” ujarnya, Selasa (5/11/2019).

BACA JUGA: Uji Coba Kawasan Pedestrian di Jalan Malioboro, Kendaraan Tak Bisa Lagi Melintas

Kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Sapto Raharjo mengatakan, uji coba semi pedestrian Malioboro tiap Selasa Wage di satu sisi sangat postif karena menjadi destinasi wisata baru. Namun, di sisi lain muncul persoalan sampah.

Terkait masalah itu, kata dia, Dishub DIY berencana melakukan uji coba pedestrian di luar Selasa Wage. “Kita akan uji cobakan diluar Selasa Wage, karena itu sudah menjadi event,” kata Kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Sapto Raharjo di Kepatihan, Yogyakarta.

Dia mengatakan, uji coba di luar Selasa Wage untuk melihat kondisi riil di lapangan. Bagaimana permasalahan sampah, kepadatan di jalur sirip, ataupun tingkat kunjungan hotel di Jalan Malioboro.

“Kita akan koordonasikan dengan Dishub Kota  sebagai leading sector. Kita akan membackup,” ucapnya.

Menurut Sigit, rencananya uji coba dilaksanakan mulai bulan ini sebanyak dua kali yakni, pada hari biasa dan akhir pekan.

BACA JUGA: Penataan Kawasan Pedestrian Jalan Malioboro Ditunda hingga Awal 2019

“Tapi, kapan kepastiannya belum ada keputusan hari dan tanggalnya. Termasuk untuk melakukan jalur searah dengan melakukan pemindahan rambu di jalur sirip, seperti di Jalan Mataram, dan seputaran Malioboro.  

Sigit mengakui, kebijakan kawasan semi pedestrian ini akan menimbulkan pro kontra di masyarakat. Hal itu dinilai wajar karena kebijakan tersebut diterapkan untuk kebaikan semua pihak. Baik bagi tukang becak, pemilik toko ataupun masyarakat umum.


Editor : Kastolani Marzuki