Viral Video Warga Beri Minum Kera yang Sekarat akibat Kemarau Panjang di Gunungkidul

Kuntadi ยท Kamis, 03 Oktober 2019 - 16:20 WIB
Viral Video Warga Beri Minum Kera yang Sekarat akibat Kemarau Panjang di Gunungkidul

Seekor kera memasuki kawasan permukiman warga di Gunung Api Purba Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul. (Foto: Dok.iNews.id/Kuntadi)

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Video seorang warga Gunungkidul yang memberikan minuman kepada seekor kera yang kehausan akibat kemarau panjang viral di media sosial.

Namun, monyet tersebut tak mampu bertahan hidup karena kondisi kesehatannya yang memburuk.

Video berdurasi 39 detik ini beredar cepat di masyarakat Gunungkidul sejak sepekan belakangan. Video ini diambil warga setelah ada seorang warga yang menemukan anak monyet sekarat.

Lantaran kasihan, monyet itu pun diberikan air mineral. Namun karena kondisi kesehatannya yang terus menurun, monyet ekor panjang ini akhirnya mati.  

“Monyet itu akhirnya mati. Padahal sudah diberi makan minum dan diselimuti kain,” kata Riyanti, warga Desa Karangduwet, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul, Kamis (3/10/2019).

BACA JUGA: Kelaparan, Ratusan Kera Serbu Tanaman Warga di Gunungkidul

Musim kemarau sudah melanda wilayah Gunungkidul sejak April lalu. Banyak sumur mati dan mata air mongering lantaran taka da hujan. Hal ini menjadikan banyak monyet yang ada di bukit turun ke permukiman penduduk, seperti yang terjadi di Karangduwet.

Hingga akhirnya ada warga yang mendapatkan monyet itu tergeletak dan kondisinya lemas. Oleh warga, monyet tersebut dibawa pulang untuk diberikan makan dan minum.

Petugas kesehatan hewan dinas terkait sempat datang dan memeriksa kondisi monyet tersebut.

“Katanya monyet itu sempat kehausan dan minum di pelepah pohon pisang,” ucapnya.

Anggota Komunitas Manah Ati, Eko Ari Prasetyo mengatakan, monyet ini turun ke ladang dan pemukiman warga karena kelaparan.

BACA JUGA: Sumber Air Mengering, BPBD Gunungkidul Ambil Air hingga ke Luar Daerah

Komunitasnya berinisiatif untuk menyediakan makanan dan minuman di beberapa lokasi agar monyet tidak turun ke ladang dan pemukiman warga.

“Akhir bulan lalu kami buat bak terpal dan menyebar makanan dan buah-buahan. Tujuanya agar monyet tidak kelaparan,” katanya. 


Editor : Kastolani Marzuki