Wacana Masjid Diawasi Polisi, Haedar Nashir: Hindari Kebijakan Diskriminatif

Kuntadi · Minggu, 01 Desember 2019 - 16:28 WIB
Wacana Masjid Diawasi Polisi, Haedar Nashir: Hindari Kebijakan Diskriminatif

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. (Foto: Dok.iNews.id)

YOGYAKARTA, iNews.id – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir berharap pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan yang diskriminatif. Salah satunya dengan wacana pengawasan masjid oleh polisi.

Menurut Haedar, wacana tersebut jangan sampai menimbulkan masalkah baru dalam kehidupan beragama dan berbangsa. “Mengapa tempat ibadah lain dan tempat publik lain tidak diawasi? Sekali lagi hindari kebijakan yang diskriminatif,” kata Haedar, Minggu (1/12/2019).

Haedar justru mempertanyakan apakah Indonesia dalam keadaan darurat radikalisme dan masjid menjadi sumber radikalisme. Pengawasan masjid justru akan menimbulkan masalah baru dalam kehidupan keagamaan dan kebangsaan.

BACA JUGA: Satpol PP Bandung Rutinkan Patroli di Masjid-Masjid untuk Cegah Munculnya Crosshijaber

Menurut Haedar, pemerintah dan semua pihak hendaknya seksama dalam mengurus kehidupan berbangsa dan bernegara, dengan merujuk pada konstitusi dasar dan tidak menimbulkan kontroversi yang menyebabkan retaknya kehidupan.

Saat ini, kata Haedar, kehidupan kebangsaan dan kenegaraan memerlukan visi yang luas dan jiwa kenegaraan yang mendalam.

Hal ini penting agar kebijakan yang kelihatan menyelesaikan masalah tetapi malah menimbulkan masalah yang lebih berat.“Manakala ada masalah-masalah besar dan krusial sebaiknya ditempuh dialog dan musyawarah untuk ditemukan jalan keluar bersama sesuai prinsip persatuan Indonesia,” ujar Haedar.

Selain pendekatan hukum dan politik kekuasaan, menurut Haedar, perlu pendekatan yang berlandaskan jiwa sila keempat Pancasila. Hikmah kebijaksanaan dan musyawarah sebagai bagian dari karakter dasar bangsa dan negara Indonesia. 

BACA JUGA: Kabinet Jokowi-Ma'ruf, Haedar Nashir: Harus Punya Visi, Bukan Sekadar Jabatan

Haedar juga meminta umat beragama agar seksama dan mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan lainnya. Semangat kebersamaan harus dikedepankan dengan menghindari kegiatan-kegiatan yang menimbulkan masalah dalam kehidupan kebangsaan.

“Semua pihak harus bijak dan memiliki visi serta jiwa kenegaraaan, agar tidak salah langkah yang membuat kehidupan kebangsaan menjadi gaduh terus menerus dan penuh pertentangan berkepanjangan,” katanya.

Haedar mengimbau pemerintah dan semua komponen bangsa harus belajar pada sejarah era Orde Lama dan Orde Baru agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. 

Wacana pengawasan masjid oleh polisi dan pemda ini diungkapkan Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat menghadiri Festival Tajug 2019 di Cirebon, Jumat (22/11/2019). Usulan itu untuk mencegah masjid agar tidak dijadikan tempat menebar kebencian. Sehingga perlu pencegahan.


Editor : Kastolani Marzuki