Warga Temon Blokade Jalan yang Rusak Parah akibat Proyek Bandara NYIA

Kuntadi ยท Selasa, 04 Desember 2018 - 21:44 WIB
Warga Temon Blokade Jalan yang Rusak Parah akibat Proyek Bandara NYIA

Warga Palihan, Temon, Kulonprogo memblokade jalan alternatif yang rusak parah diduga akibat dilalui kendaraan berat proyek Bandara NYIA. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id - Warga Desa Palihan Kecamatan Temon, Kulonprogo, DIY, menutup akses jalan di wilayahnya untuk kendaraan umum.

Aksi blokade jalan itu dilakukan karena kerusakan jalan semakin akibat dilalui kendaraan berat dari proyek pembangunan bandara baru Yogyakarta atau New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Di bawah guyuran hujan deras, warga menutup jalan sepanjang 4 km dengan sejumlah drum bekas aspal atau minyak dan juga barrier yang ada di sekitar lokasi. "Jalan ini rusak parah dan warga kesal dehinga ditutup," kata Darto Gautama, tokoh masyarakat Desa Mlangsen, Selasa (4/12/2018).

Dia menjelaskan, jalan yang menghubungkan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) ini sebenarnya merupakan jalan kabupaten yang merupakan jalur alternatif. Namun ketika pembangunan Jembatan Glaeng di Desa Jangkaran Kecamatan Temon dimulai, jalan tersebut jadi jalur padat. Bahkan, kendaraan proyek pembangunan Bandara NYIA juga melintas.

BACA JUGA:

Jalan Tergerus Longsor, Aktivitas Warga 3 Desa di Kendal Terganggu

Protes Jalan Rusak, Warga Labuhanbatu Utara Tanam Padi di Tengah Jalan

Jalan Rusak, Warga Karo Tagih Janji PLTA Perbaiki Infrastruktur

Menurut Darto, kerusakan tersebut mulai terjadi ketika proyek bandara dan jembatan dimulai. Jalur ini pun cukup ramai pada siang dan malam hari karena menjadi satu-satunya penghubung ke JJLS tembus Purworejo, Cilacap dan Jawa Barat.

Warga sebenarnya sudah menyampaikan permasalahan ini ke PT Angkasa Pura I selaku pemrakarsa proyek bandara NYIA. Setidaknya warga sudah lima kali menyampaikan tuntutan. namun tidak pernah ada tindak lanjut yang jelas atas keluhan warga. "Kita merasa disepelekan makanya kita terpaksa menutup ini," ucapnya.

Sebelum menutup jalan, pada siang harinya warga sudah menyampaikan keluhan dan tuntutan ke Help Desk PT Angkasa Pura. Namun managemen tidak bisa memberikan jawaban pasti atas tuntutan warga. “Warga ingin ada perbaikan jalan, kompensasi atas debu dan kesehatan,” ucapnya.

Warga lainnya, Nur Abadi mengakui, kerusakan jalan tidak pernah direspons oleh PT Angkasa Pura ataupun PT PP selaku pelaksana proyek. Jalan yang rusak justru diuruk warga secara swadaya. Sebab kalau tidak diurug dengan pasir dan batu kondisi jalan akan mengancam keselamatan warga. "Warga secara swadaya beli sendiri karena jalan sudah seperti sungai yang kering," katanya.

Kapolsek Temon Kompol S Hery Purnomo mengatakan aksi blokade jalan karena tuntutan warga atas kerusakan jalan tidak mendapat respons.

Menurut Kapolsek, sebenarnya jalur tersebut hanya diperuntukkan kendaraan kecil. Namun banyak pengguna yang tidak paham jalur dan banyak truk dan bus besar masuk. "Warga sebenarnya sudah minta untuk diperbaiki ke proyek bandara tetapi belum direspons," tandas Hery.

 


Editor : Kastolani Marzuki