Wasit Liga 2 Diperiksa Satgas Anti-Mafia Bola Mabes Polri di Polda DIY

Budi Utomo ยท Kamis, 10 Januari 2019 - 23:25 WIB
Wasit Liga 2 Diperiksa Satgas Anti-Mafia Bola Mabes Polri di Polda DIY

Wakil Ketua Satgas Anti-Mafia Bola, Khrisna Murti seusai memerika wasit Liga 2 Indonesia di Mapolda DIY. (Foto: iNews.id/Budi Utomo)

SLEMAN, iNews.id - Wasit Liga 2 Indonesia musim 2018, Muhammad Irham diperiksa Satgas Anti-Mafia Bola Mabes Polri di Markas Polisi Daerah (Mapolda) DIY, Sleman, Kamis (10/1/2019).

Didampingi pengacaranya, Taufiqurahman, Irham diperiksa terkait ancaman yang diterimanya dan keterlibatan dalam dugaan pengaturan skor pada pertandingan Liga Indonesia.

Pemeriksaan tersebut dipimpin langsung Wakil Ketua Satgas Anti-Mafia Bola, Khrisna Murti. Irham diketahui datang atas inisiatif sendiri.

“Saya hadir atas kesadaran saya dan dengan cita-cita besar untuk sepak bola Indonesia. Kaitannya semua level kompetisi bisa berjalan normal dan profesional. Saya sudah blak-blakan kepada penyidik Satgas,” kata Muhammad Irham di sela-sela pemeriksaan.

Menurut Irham, saat ini momentum tepat bagi semua pelaku sepak bola untuk membenahi kondisi persepak bolaan nasional. “Ini momen pas bagi semua pelaku sepak bola untuk membenahi. Saya selaku wasit Liga 2 sampaikan laporan ke Satgas Mabes Polri. Semuanya kami sampaikan secara gamblang di sana kepada satgas,” ujarnya.

Irham pun mengimbau kepada rekan sesama pengadil lapangan hijau atau korps baju hitam dan pelaku sepak bola di Indonesia untuk bersama-sama terbuka demi kemajuan sepak bola. “Kami juga imbau rekan wasit dan pelaku sepak bola seluruh Indonesia, mari kita buka semuanya demi kemajuan sepak bola dengan sukarela melapor ke Satgas Anti-Mafia Bola,” katanya.

BACA JUGA:

Wasit Nurul Safarid Ditangkap Satgas Anti-Mafia Bola, Ini Kata PSSI

Terima Rp45 Juta, Wasit Nurul Safarid Ditangkap Satgas Anti-Mafia Bola

Selain menyampaikan masalah pengaturan skor, Irham juga mengaku mendapat ancaman ketika memimpin pertandingan Liga 2.

Kuasa hukum Irham, Taufiqurahman mengatakan, wasit tidak dapat menjalankan fungsinya secara bebas sebagaimana rule-nya. Saat bertugas tidak leluasa memimpin pertandingan karena mendapatkan intimidasi dari banyak pihak.

“Intimidasi yang dilakukan itu untuk kepentingan tertentu terkait dengan pertandingan yang dipimpin Irham. Belum bertanding saja para perangkat pertandingan sudah mendapatkan intimidasi,” bebernya. 

Namun, Taufiqurahman belum bersedia menyebutkan spesifik ancaman apa yang dimaksud, termasuk apakah ancaman hanya ditujukan kepada Irham atau juga pihak keluarga kliennya itu.

Dia beralasan hal itu masuk materi penyidikan. “Itu nanti silakan tanya ke penyidik satgas,” tandasnya.

Wakil Ketua Satgas Anti-Mafia Bola Mabes Polri, Brigjen Pol Khrisna Murti mengatakan, kedatangannya ke DIY hanya memberikan pendampingan atas penyelidikan yang dilakukan Satgas Anti-Mafia Bola di wilayah Yogyakarta. “Satgas yang turun dari pusat sama satgas wilayah Jogja. Hasil nanti aja. Itu aja cukup yang diperiksa nanti aja,” katanya.

Direktur Ditreskrimsus Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo mengatakan, kedatangan Satgas Anti-Mafia Bola Mabes Polri hanya memberikan asistensi kepada penyidik Polda.

“Hanya asistensi kepada Satgas Polda DIY. Kalau saja ada dalam penyelidikan ya kita berkoordinasi dengan satgas pusat. Maaf kami tak bisa mengeksplor karena di Satgas Anti-Mafia Bola ada humasnya. Ini kan nasional ada di beberapa polda, kebetulan ada beberapa orang yang diperiksa di polda ini,” katanya.

Semenatara itu, Satgas Mafia Bola mendatangi kediaman pesepak bola Krisna Adi Darma di Dusun Perengdawe, Desa Balecatur, Kabupaten Sleman. Mereka menjenguk Krisna Adi Darma karena mengalami kecelakaan tertabrak truk sekaligus penjajagan awal untuk dimintai keterangan pembuka terkait dengan informasi yang dimiliki. 


Editor : Kastolani Marzuki