Yogya Jadi Kota Ketiga di Indonesia yang Sukses Ekspor Ikan Hias

Kuntadi, Heru Trijoko ยท Senin, 24 Juni 2019 - 22:46 WIB
Yogya Jadi Kota Ketiga di Indonesia yang Sukses Ekspor Ikan Hias

BKIPM Kementerian Kelautan dan Perikanan melepaskan jutaan ekor bibit ikan di Waduk Sermo, Kulonprogo. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.id – Kota Yogyakarta menjadi kota ketiga yang berhasil mengembangkan dan memasarkan benih ikan hias ke luar negeri (ekspor). Selama ini ikan hias diekspor Kota Jakarta dan Surabaya. BKIPM juga akan melakukan restocking ikan di Waduk Sermo, Kulonprogo. 

Ekspor perdana benih ikan hias tujuan Filipina ini diluncurkan langsung Kepala Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rina di Alun-Alun Utara, Minggu (23/6/2019).   

“Dulu tidak ada namanya Jogja. Hari ini kita ekspor perdana. Ikan hias dulu dikirimkan dari Surabaya atau Jakarta,” kata Rina, Minggu (23/6/2019).

Selama ini, lalu lintas perikanan di Yogyakarta lebih banyak ikan konsumsi. Baik ikan hasil budi daya maupun perikanan tangkap.

BKIPM, kata dia, ingin setiap lokasi bisa mendapatkan keuntungan maksimal dari yang kegiatan ini. Ekspor hanya bisa dilakukan menggunakan pesawat dan tidak bisa menggunakan jalur darat.

“Ini (launching) menjadi rangkaian kegiatan bulan bakti Badan Karantina Ikan. Kita juga kendalikan mutu hasil perikanan, sosilisasikan ikan yang bermutu dan layak dikonsumsi,” katanya.

Untuk mendukung program gemar ikan, BKIPM juga akan membagikan 10 ton ikan berkualitas, aman dan layak dikonsumsi. BKIPM juga melakukan kegiatan pelestarian lingkungan. Mulai pembersihan pantai, penanam mangrove, dan pengetatan ikan keluar Indonesia.

Termasuk melakukan restocking ikan di Kulonprogo berupa ikan tawes dan nila sebanyak 1,2 juta ekor. Produksi ikan tawar di DIY pada 2018 tercatat 95.970 ton dan ikan tangkapan perairan laut mencapai 6.494 ton. “Kalau tidak di-restocking, stok ikan bisa habis,”ujarnya.  

BKIPM berharap ikan yang ditebar dalam kurun tiga bulan bisa besar dan menjadi salah satu sumber protein hewani untuk masyarakat di sekitar Waduk Sermo. Saat ini, stok ikan konsumsi hanya sekitar 20 persen. Kondisi ikan di Waduk Sermo justru banyak terdapat ikan invasif, berupa Red Devil yang kerap memangsa ikan konsumsi.


Editor : Kastolani Marzuki