2 Penumpang Rute Surabaya-Pontianak Reaktif, Ini Respons Citilink

Antara ยท Selasa, 04 Agustus 2020 - 09:38 WIB
2 Penumpang Rute Surabaya-Pontianak Reaktif, Ini Respons Citilink

Pesawat Citilink. (Foto: ilustrasi/Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Sebanyak dua penumpang pesawat Citilink dari Surabaya menuju Pontianak dinyatakan reaktif Covid-19. Temuan itu setelah dilakukan tes cepat (rapid test) acak terhadap 21 penumpang oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat.

VP Corporate Secretary & CSR Citilink, Resty Kusandarina mengatakan, maskapai telah mematuhi tanggung jawab sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 18 tahun 2020. Semua dokumen yang disyaratkan, termasuk surat kesehatan penumpang sudah dipenuhi.

"Termasuk adanya dokumen hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) atau rapid test untuk diperiksa lebih lanjut oleh pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) sebagai syarat penumpang mendapatkan persetujuan terbang," kata Resty, Selasa (4/8/2020).

Dua penumpang yang reaktif tersebut masing-masing satu orang berasal dari Kabupaten Kubu Raya dan satu orang asal Jombang yang akan mencari kerja di Pontianak.

Resty mengatakan, dari dua penumpang tersebut, hanya satu orang yang merupakan penumpang Citilink. Dia tak menjelaskan penumpang mana yang dimaksud.

"Sedangkan yang lainnya bukan merupakan penumpang Citilink. Dapat kami sampaikan pada saat keberangkatan dari Surabaya penumpang Citilink tersebut telah memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ucap dia.

Berdasarkan informasi yang diterima otoritas setempat, kata Resty, telah dilakukan pemeriksaan lanjutan yaitu tes usap (swab test). Kini, hasil dari tes tersebut belum keluar.

"Saat ini Citilink bersama dengan regulator dan KKP setempat terus melakukan komunikasi dan koordinasi intensif dengan pihak Pemda untuk memperoleh informasi lebih lanjut terkait hal ini," ujar dia.

Resty menegaskan Citilink senantiasa mendukung upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dan menjunjung tinggi penerapan protokol kesehatan dalam setiap operasional penerbangan.

"Termasuk melakukan desinfeksi kepada seluruh pesawat secara rutin setiap harinya setelah pesawat selesai beroperasi serta penggunaan filter HEPA (High Efficiency Particulate Arrestor) di seluruh pesawat untuk menyaring debu serta berbagai bahan pencemar udara, termasuk virus dan bakteri," tuturnya.

Editor : Rahmat Fiansyah