2018, Penjualan Properti BSD Turun Jadi Rp6,2 Triliun

Rully Ramli ยท Rabu, 13 Februari 2019 - 16:30 WIB
2018, Penjualan Properti BSD Turun Jadi Rp6,2 Triliun

Gambar Cluster Avezza Mozia di BSD City. (Foto: Ist)

TANGERANG, iNews.id - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSD) mencatat penurunan penjualan (marketing sales) di tengah kondisi pasar properti yang masih lesu. Sepanjang tahun lalu, nilai penjualan BSD mencapai Rp6,2 triliun.

Capaian itu lebih rendah dari target yang ditetapkan pada awal tahun sebesar Rp7,2 triliun. Padahal, BSD memasang target konservatif melihat realisasi penjualan tahun 2017 sebesar Rp7,23 triliun.

Direktur BSD, Hermawan Wijaya mengatakan, penjualan perseroan tahun lalu masih ditopang oleh produk residensial dan apartemen. Produk residensial BSD yang terjual mencapai Rp3,47 triliun atau 56 persen dari total marketing sales.

Nilai tersebut meningkat 23 persen dibandingkan realisasi 2017 sebesar Rp2,81 triliun. Penjualan apartemen tumbuh signifikan menjadi Rp839,2 miliar sepanjang tahun lalu dibanding tahun 2017 sebesar Rp228,85 miliar.

"Proyek-proyek apartemen yang berkontribusi pada pencapaian ini adalah Klaska Residence, Southgate TB Simatupang, The Elements dan Akasa Apartment," kata dia melalui keterangan tertulis, Rabu (13/2/2019).

BACA JUGA:

Properti Masih Lesu, Penjualan Intiland Turun pada 2018

Moody's: Kasus Suap Lippo Group Bisa Perlambat Penjualan Meikarta

Sementara itu, kontribusi dari penjualan kawasan komersial mencapai 44 persen atau senilai Rp2,75 triliun. Penjualan di segmen ini termasuk apartemen (strata title) dan rumah toko (ruko).

Dua produk ini, baik residensial maupun komersial gagal mencapai target yang ditetapkan perseroan. Penjualan produk residensial ditargetkan Rp3,65 triliun sementara produk komersial Rp3,55 triliun.

"Dari sisi portofolio, BSD City Serpong masih menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan dengan kontribusi 49 persen dari total marketing sales," tuturnya.

Selain BSD City Serpong, kata dia, porsi portofolio BSD lainnya yaitu Nava Park 9 persen, Zora sebesar 7 persen, Kota Wisata & Legenda Wisata 6 persen, Klaska Surabaya sebesar 6 persen, Southgate TB Simatupang 5 persen, Banjar Wijaya sebesar 3 persen, serta Grand City Balikpapan 3 persen.

"BSD akan terus melanjutkan proyek-proyek yang telah berjalan, yang sejauh ini mendapatkan tanggapan positif dari para konsumen," ucap dia.

Setelah kinerjanya turun, Hermawan optimistis marketing sales BSD akan tumbuh positif pada tahun ini. Hal ini dilatarbelakangi meningkatnya daya beli masyarakat dan antusiasme para konsumen terhadap produk-produk BSD.


Editor : Rahmat Fiansyah