21 Orang RI Masuk Daftar Orang Terkaya Dunia, Budi Hartono Nomor 1

Rahmat Fiansyah ยท Rabu, 06 Maret 2019 - 14:15 WIB
21 Orang RI Masuk Daftar Orang Terkaya Dunia, Budi Hartono Nomor 1

Michael Hartono mencatat kenaikan kekayaan paling impresif di antara yang lainnya. Dalam setahun, nilai kekayaan kakak Budi Hartono itu meningkat 1,8 miliar dolar AS. (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Orang Indonesia yang masuk dalam daftar terkaya dunia tahun ini bertambah menjadi 21 orang. Jumlah tersebut sekitar 1 persen dari total miliarder dunia sebanyak 2.153 orang.

Budi Hartono bersama kakaknya, Michael kembali menempati posisi puncak sebagai orang paling tajir di Indonesia. Di rangking dunia, posisi kedua kakak beradik tersebut naik dibandingkan tahun lalu. Budi naik dari posisi 69 menjadi 54 sementara Michael naik dari 75 menjadi 56.

Dalam setahun, kekayaan Budi naik Rp17 triliun sementara Michael naik Rp25 triliun. Keduanya merupakan pemilik BCA, bank swasta terbesar di Tanah Air di samping menguasai Grup Djarum.

BACA JUGA:

Bos Totalindo Eka Persada Jadi Miliarder Pendatang Baru asal Indonesia

20 Orang Indonesia yang Masuk Daftar Terkaya di Dunia

Dari 21 nama yang masuk, tidak ada yang berubah meski peringkatnya bergeser. Chairul Tandjung misalnya, turun satu peringkat ke posisi 5 dan digantikan Tahir yang naik 1 peringkat ke posisi 4.

Meski begitu, ada satu pendatang baru yang masuk yaitu Donald Sihombing, pemilik Totalindo Eka Persada. Donald berada di posisi 14 dan menyalip tujuh miliarder lainnya.

Berikut daftar lengkap orang paling kaya di Indonesia 2019 versi Forbes:

1. Budi Hartono
Kekayaan: 18,6 miliar dolar AS (+1,2 miliar dolar AS)
Bisnis: Djarum, BCA
Peringkat dunia: 54 (+15)

2. Michael Hartono
Kekayaan: 18,5 miliar dolar AS (+1,8 miliar dolar AS)
Bisnis: Djarum, BCA
Peringkat dunia: 75 (+19)

3. Sri Prakash Lohia
Kekayaan: 7 miliar dolar AS (+0,3 miliar dolar AS)
Bisnis: Indorama
Peringkat dunia: 200 (+88)

4. Tahir
Kekayaan: 3,5 miliar dolar AS (+1 miliar dolar AS)
Bisnis: Mayapada
Peringkat dunia: 424 (+228)

5. Chairul Tanjung
Kekayaan: 3,5 miliar dolar AS (+0,2 miliar dolar AS)
Bisnis: Transcorp, Transmart
Peringkat dunia: 568 (+84)

6. Prajogo Pangestu
Kekayaan: 3,5 miliar dolar AS (+0,6 miliar dolar AS)
Bisnis: Barito Pacific
Peringkat dunia: 822 (+205)

7. Low Tuck Kwong
Kekayaan: 2,4 miliar dolar AS (+0,9 miliar dolar AS)
Bisnis: Bayan Resources
Peringkat dunia: 962 (+599)

8. Mochtar Riady
Kekayaan: 2,3 miliar dolar AS (-1,7 miliar dolar AS)
Bisnis: Lippo
Peringkat dunia: 1.008 (-217)

9. Theodore Rachmat
Kekayaan: 1,7 miliar dolar AS (tetap)
Bisnis: Triputra Group, Adaro Energy
Peringkat dunia: 1.349 (+45)

10. Martua Sitorus
Kekayaan: 1,7 miliar dolar AS (+0,3 miliar dolar AS)
Bisnis: Wilmar
Peringkat dunia: 1.349 (+301)

11. Peter Sondakh
Kekayaan: 1,7 miliar dolar AS (-0,2 miliar dolar AS)
Bisnis: Rajawali Corpora
Peringkat dunia: 1.349 (-65)

12. Alexander Tedja
Kekayaan: 1,6 miliar dolar AS (tetap)
Bisnis: Pakuwon
Peringkat dunia: 1.756 (+331)

13. Murdaya Poo
Kekayaan: 1,4 miliar dolar AS (-0,6 miliar dolar AS)
Bisnis: Centra Cipta Murdaya
Peringkat dunia: 1.605 (-390)

14. Donald Sihombing
Kekayaan: 1,4 miliar dolar AS
Bisnis: Totalindo Eka Persada
Peringkat dunia: 1.605

15. Eddy Kusnadi Sariaatmadja
Kekayaan: 1,3 miliar dolar AS (-0,2 miliar dolar AS)
Bisnis: Emtek
Peringkat dunia: 1.717 (-156)

16. Djoko Susanto
Kekayaan: 1,3 miliar dolar AS (tetap)
Bisnis: Alfamart
Peringkat dunia: 1.717 (+15o)

17. Sukanto Tanoto
Kekayaan: 1,3 miliar dolar AS (+0,2 miliar dolar AS)
Bisnis: Royal Golden Eagle
Peringkat dunia: 1.717 (+282)

18. Ciputra
Kekayaan: 1,1 miliar dolar AS (-0,3 miliar dolar AS)
Bisnis: Ciputra Group
Peringkat dunia: 1.941 (-291)

19. Harjo Sutanto
Kekayaan: 1,2 miliar dolar AS (-0,1 miliar dolar AS)
Bisnis: Wings
Peringkat dunia: 1.941 (-74)

20. Hary Tanoesoedibjo
Kekayaan: 1,1 miliar dolar AS (tetap)
Bisnis: MNC Group
Peringkat dunia: 1.941 (+58)

21. Soegiarto Adikoesoemo
Kekayaan: 1 miliar dolar AS (-0,1 miliar dolar AS)
Bisnis: AKR Corporindo
Peringkat dunia: 2.057 (-58)


Editor : Rahmat Fiansyah