44 Emiten Berencana Right Issue Hingga Akhir Tahun, Total Dana Sebesar Rp116 Triliun

Aditya Pratama ยท Selasa, 07 September 2021 - 09:09:00 WIB
44 Emiten Berencana Right Issue Hingga Akhir Tahun, Total Dana Sebesar Rp116 Triliun
Gedung Bursa Efek Indonesia. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 44 emiten berencana melakukan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue hingga akhir tahun ini. Total dana right issue ke-44 emiten tersebut diperkirakan mencapai Rp 116,57 triliun. 

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengatakan banyaknya emiten yang berencana melakukan right issue menunjukkan  antusiasme perusahaan untuk melakukan pendanaan di pasar modal masih tinggi.  

Selain right issue, lanjutnya, BEI juga mencatat belasan hingga puluhan perusahaan akan melakukan aksi korporasi berupa penawaran umum perdaha atau initial public offering (IPO) dan menerbitkan obligasi dan sukuk. 

Per 3 September 2021, tercatat sebanyak 30 perusahaan berencana melakukan IPO dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp9,6 triliun. Selanjutnya terdapat 26 emisi obligasi dan sukuk yang akan diterbitkan 17 perusahaan dengan total dana sebesar Rp24,84 triliun. 

Berdasarkan catatan Bursa atas dokumen yang disampaikan perusahaan yang akan melakukan IPO dan menerbitkan emisi obligasi dan sukuk, sebagian besar berencana masuk bursa di 2021. 

"Dalam beberapa hari terakhir, kami juga masih menerima permohonan pencatatan saham. Antusiasme dan optimisme terhadap pasar modal dinilai masih terjaga baik, didorong oleh  stabilitas nasional dan pemulihan ekonomi yang masih berlanjut di tahun 2021," kata Nyoman Yetna.

Menurut dia, opsi pendanaan tergantung preferensi masing-masing perusahaan, yang tentunya akan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Sebagai contoh misalnya perusahaan yang sudah berulang kali mencatatkan obligasi maupun sukuk, akan lebih dikenal publik dan kondisi ini menjadi nilai tambah bagi perusahaan apabila akan melakukan pendanaan selanjutnya. 

"Perusahaan yang demikian kemungkinan telah memiliki basis investor yang telah melakukan investasi pada obligasi maupun sukuk yang diterbitkan sebelumnya. Kondisi yang sama juga dapat terjadi pada perusahaan yang akan melakukan right issue," ujar Nyoman Yetna.

Dia menuturkan, dengan mempertimbangkan stabilitas ekonomi yang tetap terjaga dan pemulihan ekonomi yang terus berlanjut, Bursa optimis penawaran umum saham, obligasi dan sukuk masih terus bertumbuh dengan baik. Respon pasar sampai saat ini dinilai positif atas penawaran umum yang dilakukan oleh calon Perusahaan Tercatat di Bursa. 

"Dari sisi pertumbuhan calon Perusahaan Tercatat untuk melakukan pendanaan di pasar modal juga memberikan sinyal positif, dengan makin maraknya minat perusahaan melakukan permohonan pencatatan Efeknya ke Bursa. Kami juga selalu mengupdate peraturan sesuai perkembangan pasar," tutur Nyoman Yetna.

Dia menambahkan, jika ditinjau dari sisi investor juga mengalami pertumbuhan yang positif. Sesuai data yang diperoleh dari KSEI, jumlah investor di pasar modal mengalami pertumbuhan yang baik dari waktu ke waktu. 

"Sampai dengan 31 Juli 2021, investor di pasar modal telah mencapai 5,8 juta investor atau meningkat 48,7 persen dibandingkan Desember 2020 yang masih berjumlah 3,9 juta investor," kata Nyoman Yetna.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: