6 Tahun Menunggu, Uber Akhirnya Bisa Masuk ke Tokyo 

Djairan · Jumat, 03 Juli 2020 - 14:23 WIB
6 Tahun Menunggu, Uber Akhirnya Bisa Masuk ke Tokyo 

Setelah enam tahun masuk ke pasar Jepang, Uber Technologies Inc. akhirnya bisa merambah bisnis transportasi di Tokyo. (Foto: AFP)

TOKYO, iNews.id - Setelah enam tahun masuk ke pasar Jepang, Uber Technologies Inc. akhirnya bisa merambah bisnis transportasi di Tokyo. Mulai Jumat (3/7/2020) masyarakat di Ibu Jota Jepang itu sudah bisa menggunakan aplikasi Uber untuk bepergian.

Kepala Operasional Uber di Jepang Tom White menyebut, Uber bermitra dengan tiga operator taksi lokal Jepang. Uber akan mengoperasikan 600 mobil, terutama di kawasan pusat bisnis kota dan daerah-daerah populer seperti Shinagawa, Akihabara dan Asakusa.

Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut sebelumnya terus berupaya untuk bisa masuk ke Ibu Kota negara dengan ekonomi terkuat ke tiga di dunia itu. Jepang terkenal akan peraturan ketatnya di bisnis transportasi. 

Selama ini, Uber di Jepang fokus pada pengembangan bisnis pengiriman makanannya, yang kini mencakup sekitar 25.000 restoran di 20 prefektur.

"Kini kami ingin memulai hubungan bisnis ini dengan benar, setelah belajar di pasar yang lebih kecil sebelumnya. Sekarang Uber di Jepang berada dalam posisi yang lebih baik, tidak hanya menawarkan layanan yang baik kepada pengendara, tetapi semoga juga dapat memiliki hubungan yang langgeng dengan perusahaan taksi lokal Jepang," ujar White dalam sebuah wawancara, dikutip dari Bloomberg Jumat (3/7/2020).

Di Tokyo, Uber bermitra dengan Hinomaru Limousine Co., Tokyo MK Corp. dan Ecosystem. Ke depannya Uber menjalin kerja sama dengan operator yang lebih banyak lagi. Tujuannya adalah untuk memperluas cakupan ke semua distrik pusat Ibu Kota pada akhir 2020. 

Dengan begitu akan ada 12 kota di Jepang yang akan dijajaki Uber. Jepang telah menjadi pasar taksi terbesar kedua di dunia, yang bisa menghasilkan pendapatan tahunan sekitar Rp725,23 triliun. Peluang itu juga dilirik oleh operator selain Uber, seperti Sony Corp, startup Japan Taxi dan China Didi yang juga telah meluncurkan aplikasi taksi serupa.    

Editor : Ranto Rajagukguk