Antisipasi Lonjakan Mudik Lokal, KCI Hanya Operasikan 886 Perjalanan KRL Jabodetabek

Giri Hartomo ยท Jumat, 14 Mei 2021 - 19:14:00 WIB
 Antisipasi Lonjakan Mudik Lokal, KCI Hanya Operasikan 886 Perjalanan KRL Jabodetabek
VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba. (Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) hanya mengoperasikan 886 perjalanan KRL Jabodetabek selama libur lebaran. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan mudik lokal di wilayah Jabodetabek. 

Menurut VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba, untuk mengantisipasi fenomena mudik lokal di wilayah Jabodetabek, pihaknya  melakukan pembatasan jumlah armada yang beroperasi dan juga jam operasional. 

“Jadi kita hanya melakukan 886 perjalanan KRL Jabodetabek per hari, dan operasionalnya sampai jam 8 malam. Biasanya kan kami mengoperasikan 984 perjalanan, sampai jam 10 malam,” ujar Anne, saat ditemui di Stasiun Manggarai, Jumat (14/5/2021). 

Selain itu, lanjutnya, PT KCI juga akan melakukan rekayasa operasi KRL dengan memperpendek headway atau jarak antar kereta. Rekayasa ini akan dilakukan pada siang hari di mana aktivitas masyarakat sedang ramai.

“Jadi nanti teman-teman operasi kami akan lakukan pola operasi rekayasa lagi, memperkecil headaway siang hari,” kata Anne.

Dia mengungkapkan, pada hari pertama lebaran, jumlah penumpang KRL Jabodetabek tercatat mencapai 226.000. Angka tersebut masih lebih kecil dibandingkan rata-rata penumpang pada hari kerja. 

Pergerakan penumpang yang paling tinggi ada di Stasiun Bogor. Namun tidak dirincikan berapa persen dari jumlah 226.000 penumpang KRL yang keluar dan masuk dari Stasiun Bogor.

“Jadi pada hari pertama lebaran, ada 226.000 penumpang. Pasti Bogor, Stasiun Bogor nomor satu,” ungkap Anne. 

Sementara itu, untuk Stasiun tersibuk masih dipegang Stasiun Manggarai. Mengigat Stasiun Manggarai menjadi salah satu titik transit penumpang kereta dari berbagai tujuan Stasiun.

“Tapi untuk mobilisasi di stasiun transit dia kan enggak keluar ya, dan enggak banyak masuk. Tetapi di stasiun ini mereka ini adalah stasiun tersibuk. Cuman orang yang melakukan in atau gate out itu banyaknya di Bogor,” tutur Anne.

Editor : Jeanny Aipassa