Apa Kabar Rencana Mobil Tak Perlu Berhenti di Gerbang Tol? Ini Progresnya

Muhammad Aulia ยท Jumat, 24 Januari 2020 - 14:10 WIB
Apa Kabar Rencana Mobil Tak Perlu Berhenti di Gerbang Tol? Ini Progresnya

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono. (Foto: Humas PUPR)

JAKARTA, iNews.id - Teknologi nirsentuh lewat Multi Lane Free Flow (MLFF) akan diterapkan dalam satu atau dua tahun ke depan. Dengan teknologi ini, pengguna mobil tak perlu lagi berhenti saat melewati gerbang tol.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyebut rencana kebijakan itu masuk tahap finalisasi studi kelayakan. Studi itu ditargetkan selesai paling lambat 31 Januari 2020.

Perusahaan Hungaria, Roatex Ltd telah menggelar studi itu sejak 31 Oktober 2019. Selain studi, perusahaan itu tertarik mengikuti lelang proyek MLFF dengan menyiapkan dokumen badan usaha.

Basuki memastikan Roatex harus mengikuti lelang meski bertindak sebagai pemrakrsa proyek MLFF. Namun, mereka memiliki keistimewaan right to match.

"Mreka harus tetap mengikuti proses lelang. Selayaknya proses lelang, jika nanti ada pihak lain menawarkan teknologi yang sama dengan harga yang lebih rendah, maka pihak dari Hungaria berhak untuk menyamakan penawaran (right to match),” katanya lewat keterangan tertulis, Jumat (24/1/2020).

BACA JUGA:

Sistem MLFF Diterapkan 2020, Pengguna Mobil Tidak Perlu Berhenti di Gerbang Tol

Basuki mengungkapkan, proses lelang akan dimulai pada April 2020 dan ditargetkan pemenang lelang bisa diumumkan pada akhir 2020, sehingga rencana itu bisa diterapkan paling lambat pada 2021.

Peter Szijjarto, Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hungaria menyebut proyek MLFF pada gerbang tol membutuhkan biaya sekitar 90 juta dolar AS. "Namun akan tergantung proses lelang," kata dia.

Direktur Perumusan Kebijakan dan Evaluasi Kementerian PUPR, Hery TZ mengatakan, Hungaria menawarkan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) yang lebih efisien daripada Radio Frequency Identification (RFID). GNSS dinilai lebih murah karena lewat satelit, alat pembaca tak harus diletakkan di setiap GT.

Namun, dia mengakui bahwa penerapan GNSS di Indonesia.tidak bisa dilakukan sekaligus karena seluruh kendaraan harus diregistrasi. Untuk itu, RFID masih akan diterapkan pada tahap awal.

Editor : Rahmat Fiansyah