Aprindo Yakin Ritel Tidak Akan Punah di Tengah Perkembangan Digital

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Kamis, 11 Juli 2019 - 15:35 WIB
Aprindo Yakin Ritel Tidak Akan Punah di Tengah Perkembangan Digital

Supermarket. (Foto: ilustrasi/Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyatakan, aksi penutupan gerai Giant beberapa waktu lalu merupakan sebuah anomali. Asosiasi yakin prospek industri ritel masih cerah.

Ketua Umum Aprindo, Roy N. Mandey mengatakan, penutupan gerai dilakukan karena PT Hero Supermarket Tbk melakukan efisiensi dengan mengubah bisnis modelnya.

"Anomali, ada yang kita sebut anomali dalam industri retail, tapi tidak membuat retail akan punah atau tutup semua," ujarnya di Gandaria City, Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Efisiensi tersebut, kata Roy, melakukan relokasi toko-toko yang sudah tidak strategis ke lokasi-lokasi yang memiliki potensi bisnis lebih besar.

"Ritel yang tutup tidak ada kaitannya dengan konsumsi, karena mereka melakukan efesiensi," kata dia.

Menurutnya, bisnis ritel masih terus tumbuh ke depan. Dia memproyeksikan minimarket terus bertambah 800-900 toko setiap tahun, supermarket tumbuh 10-15 persen setiap tahun, dan hypermarket tumbuh 2-3 persen per tahun.

"Semester I-2019 kita ketahui dari grup yang menutup ini pada awal tahun kan ada 26 kemudian sekarang 6. Kita tahu bahwa bisnis ritel sedang bertansformasi dari konvensional ke omni channel," ucapnya.

Saat ini, kata dia, peritel melihat potensi pasar yang prospektif di wilayah Indonesia Timur. Selain masih minim supermarket, masyarakat di Indonesia Timur belum memiliki pola belanja online yang kuat.

"Bisa dibayangi nih masyarakat timur, berbelanja harus ke kota besar, ini kita lihat peluang untuk buka retail-retail kita di kabupaten atau kota madya wilayah indonesia timur," tutur dia.


Editor : Rahmat Fiansyah