Bangun Industri Pakan Ternak di Jawa Timur, Investor Belanda Siapkan 50 Juta Dolar AS

Rina Anggraeni ยท Selasa, 12 Oktober 2021 - 16:56:00 WIB
Bangun Industri Pakan Ternak di Jawa Timur, Investor Belanda Siapkan 50 Juta Dolar AS
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM, Bahlil Lahadalia. (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, memastikan investor asal Belanda akan membangun industri pakan ternak di Jawa Timur. Adapun investasi yang disiapkan sebesar 50 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp709,362 miliar.

Kepastian itu, diperoleh Kepala BKPM saat melakukan pertemuan dengan CEO De Heus Animal Nutrition, Koen de Heus, dalam kunjungan kerjanya ke Amsterdam baru-baru ini.

Dalam pertemuan tersebut, Koen de Heus membahas rencana perluasan investasi De Heus senilai 50 juta dolar AS, dalam proyek pembangunan industri pakan ternak di Kawasan Industri (KI), serta pembangunan rumah potong hewan berteknologi tinggi, di Pasuruan, Jawa Timur.

Bahlil menyambut baik rencana perluasan investasi De Heus. Dalam hal ini, Kementerian Investasi/BKPM siap memfasilitasi pengurusan perizinan dan insentif fiskal sesuai dengan peraturan yang berlaku, serta kebutuhan bahan baku industri pakan ternak tersebut.

“Kami juga ingatkan agar nantinya De Heus bekerja sama dengan UMKM dan pengusaha lokal di daerah dalam merealisasikan rencana investasinya. Untuk pengurusan perizinan dan insentif, kita akan bantu,” ujar Bahlil dalam keterangan, Selasa (12/11/2021).

Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa saat ini Indonesia sedang membangun sekitar 30.000 ha lahan baru jagung di Indonesia, tepatnya di Papua, dengan kapasitas produksi hingga 900.000 ton/tahun.

Koen de Heus selaku CEO De Heus menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Investasi/BKPM tersebut. Koen de Heus menjelaskan bahwa investasinya di Jawa Timur saat ini akan membangun pakan ternak berteknologi tinggi, dengan model bisnis yang bekerja sama dengan petani lokal. 

“Dengan kebutuhan bahan baku sebesar 500.000-600.000 ton/tahun, kami harap pemerintah Indonesia dapat menjaga keseimbangan harga jagung dan kesejahteraan petani jagung dengan adanya harga yang sesuai,” ucap Koen de Heus.

De Heus sudah berinvestasi di Indonesia sejak tahun 2015, bergerak di bidang Industri Produk Farmasi Hewan, Industri Konsentrat Makanan Hewan, dan Industri Makanan Ransum Hewan.

Berdasarkan catatan Kementerian Investasi/BKPM, Penanaman Modal Asing (PMA) asal negara Belanda selama periode 2016-TW II 2021 menempati posisi ke-5 dengan realisasi investasi mencapai USD9.212 juta. Capaian tersebut mencakup total proyek sebanyak 7.608 dan menyerap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebanyak 108.082 orang. 

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: