Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19, Ditjen SDA Percepat Program Padat Karya Tunai

Rizqa Leony Putri · Sabtu, 28 November 2020 - 00:01:00 WIB
Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19, Ditjen SDA Percepat Program Padat Karya Tunai
Ditjen SDA Kementerian PUPR terus menggiatkan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI). (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) terus menggiatkan program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI). Program ini merupakan lanjutan dari P4-ISDA yang telah dilaksanakan sejak tahun 2013, lalu berganti nama menjadi P3TGAI.

Maksud dan pelaksanaan program ini hampir sama, yaitu untuk perbaikan, rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi sesuai dengan kebutuhan dan prinsip kemandirian. Sementara itu, P3TGAI merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja irigasi desa guna kesejahteraan petani, peningkatan ekonomi masyarakat sekitar, serta berkontribusi untuk ketahanan pangan.

Hingga saat ini, P3TGAI terus digalakkan ke berbagai daerah di Indonesia oleh Ditjen SDA, salah satu di antaranya ada di Kabupaten Bogor yang dijalankan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane. Pekerjaan yang dilakukan di Desa Gobang, Kecamatan Rumpin tersebut berupa perbaikan saluran irigasi tersier, peningkatan layanan saluran irigasi dari saluran tanah menjadi saluran pasangan beton ataupun batu kali.

“Program ini secara ekonomi dapat menambah penghasilan para petani melalui upah harian dari pengerjaan P3TGAI, selain itu potensi kehilangan air di saluran irigasi bisa berkurang, sehingga air bisa optimal masuk ke sawah-sawah petani dan berdampak pada meningkatnya produksi dari padi tersebut,” kata Kepala BBWS Ciliwung Cisadane Bambang Heri Mulyono dalam keterangannya, Jumat (27/11/2020).

Bambang berharap agar program P3TGAI ini dapat semakin digalakkan kedepannya. Hal itu karena keberadaan program ini sangat membantu para petani yang punya keterbatasan dana untuk memperbaiki saluran tersier (dari semula saluran tanah menjadi lining dari pasangan batu) milik mereka, sehingga pasokan air untuk sawah bisa tetap terjaga.

Saefudin, seorang petani berusia 67 tahun yang juga menjabat Ketua P3A Bina Warga di Desa Gobang, Kecamatan Rumpin menyampaikan bahwa sebelum ada saluran irigasi permanen, para petani hanya mengandalkan musim hujan saja untuk sawah mereka. Sebab, pada saat musim kemarau air yang berasal dari kali (sungai) akan habis di jalan karena banyak saluran irigasi (tanah) yang bocor dan jebol.

“Dengan dibangunnya saluran irigasi permanen ini, hasil panen kami (para petani) membaik, dan tidak ada lagi petani yang mengalami gagal panen,” ujar Saefudin.

Tidak hanya di Kabupaten Bogor, pelaksanaan P3TGAI dipercepat di berbagai daerah Indonesia. Ini merupakan salah satu upaya Ditjen SDA dalam membenahi saluran irigasi yang bertujuan untuk memastikan dan menjamin pasokan air ke sawah masuk dengan cukup dan teratur, sehingga produksi tani bisa terus meningkat dan diharapkan dapat mendukung swasembada pangan di negeri ini. #CM

Editor : Rahmat Fiansyah