Banyak Hoaks, Vietnam Ingin 50 Persen Rakyatnya Tinggalkan Facebook

Rully Ramli ยท Kamis, 08 November 2018 - 21:40 WIB
Banyak Hoaks, Vietnam Ingin 50 Persen Rakyatnya Tinggalkan Facebook

ilustrasi. (Foto: AFP)

HANOI, iNews.id - Pemerintah Vietnam menargetkan 50 persen rakyatnya meninggalkan Facebook dan Youtube. Media sosial asal Amerika Serikat (AS) itu dinilai dipenuhi informasi palsu (hoaks).

Rezim komunis itu ingin separuh warganya menggunakan media sosial buatan dalam negeri pada 2020. Saat ini, Kementerian Informasi Vietnam tengah menggodok aturan untuk membuat internet yang sehat dan aman.

"Kita juga sedang melakukan riset untuk mencegah informasi negatif dan beracun dari dua platform dari luar negeri, Facebook dan Google," kata Kementerian informasi, seperti yang dikutip dari Reuters, Kamis (8/11/2018).

Kedua platform media sosial itu saat ini menjadi favorit rakyat Vietnam. Namun, kedua perusahaan tersebut belum memiliki kantor perwakilan atau fasilitas penyimpanan data di Vietnam.

Seperti China, pemerintah Vietnam tetap mengontrol media secara ketat meski secara ekonomi, negara itu mulai terbuka. Minggu lalu, Vietnam menerbitkan aturan keamanan siber yang menyatakan keberadaan perusahaan teknologi global dan kelompok hak asasi manusia (HAM) dapat menghambat perkembangan negara.

Pemerintah Vietnam menugaskan tiga perusahaan lokal untuk menguasai 50 persen pangsa pasar media sosial. Ketiga aplikasi tersebut yaitu Zalo (aplikasi pesan singkat), Mocha (aplikasi berbagi video), dan VCCorp (web ecommerce dan situs berita).

Zalo saat ini cukup populer di Vietnam karena diklaim dimanfaatkan oleh lebih dari 100 juta pengguna. Adapun Mocha dan VCCorp harus berjuang keras untuk menandingi popularitas Youtube dan Facebook. 


Editor : Rahmat Fiansyah