Bidik Dana Segar Rp200 Miliar, MNC Bank Akan Right Issue pada Akhir Tahun

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Selasa, 15 Oktober 2019 - 15:20 WIB
Bidik Dana Segar Rp200 Miliar, MNC Bank Akan Right Issue pada Akhir Tahun

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) MNC Bank di Gedung iNews, Jakarta, Selasa (15/10/2019). (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - PT Bank MNC Internasional Tbk (MNC Bank) berencana melakukan penambahan modal sebesar Rp200 miliar. Aksi korporasi ini dilakukan melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias right issue pada Desember mendatang.

Presiden Direktur Bank MNC Mahdan mengatakan, dana segar dari right issue ini untuk memperkuat struktur permodalan perseroan. Per Juni 2019, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) Bank MNC mencapai 15,17 persen, turun dari Desember 2018 yang sebesar 16,27 persen.

"Untuk memperkuat modal dan keperluan bisnis karena kekuatan kita kan di modal," ujarnya setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di iNews Tower, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Kendati demikian, dia mengaku belum memiliki standby buyer atau investor yang siap membeli saham baru yang tidak terjual. Namun, dia yakin saham yang akan diterbitkan akan dibeli oleh para pemegang saham yang ada saat ini.

"Standby buyer belum ada tapi pemegang saham yang sekarang existing kemungkinan besar masuk," kata dia. 

Pihaknya pun belum memutuskan berapa lembar saham yang akan dilepas dan harga per lembar sahamnya untuk right issue ini. Berdasarkan audit laporan keuangan semester I 2019, Bank MNC tergolong ke dalam BUKU II, yakni bank dengan modal inti antara Rp1 triliun-5 triliun. Jumlah modal inti Bank MNC sebesar Rp1,1 triliun.

Saat ini, komposisi kepemilikan BABP per 31 Agustus  2019 adalah PT MNC Kapital Indonesia Tbk sebesar 46,74 persen, Marco Prince Corp 11,33 persen, Winfly Ltd 6,18 persen, Hary Tanoesoedibjo 0,06 persen, dan publik 35,69 persen.

Sebagai informasi, right issue ini merupakan kali kedua yang dilakukan Bank MNC tahun ini. RUPSLB sebelumnya, perusahaan menerbitkan sebanyak 4,12 miliar saham baru Seri B pada Juli kemarin seharga Rp50 per lembar saham sehingga mengantongi Rp206,32 miliar.

Penambahan modal tersebut untuk mendukung ekspansi kredit tahun ini. Rencana Penawaran Umum Terbatas VII (PUT VII) dengan right issue ini sempat terkendala tahun lalu karena kondisi harga saham perusahaan di bawah harga nominal saham saat ini. Namun perseroan kembali  merencanakan rights issue di tahun ini.


Editor : Ranto Rajagukguk