Bikin Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, RI Gandeng Perusahaan Spanyol

Antara ยท Selasa, 30 Oktober 2018 - 12:16 WIB
Bikin Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, RI Gandeng Perusahaan Spanyol

ilustrasi. (Foto: AFP)

NUSA DUA, iNews.id - Pemerintah Indonesia menggandeng Plastic Enegy Ltd, perusahaan spesialis pengubah sampah plastik menjadi energi. Kerja sama itu dilakukan dalam rangka penjajakan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan mengatakan, PTLSa merupakan bagian dari pengembangan energi alternatif. Selain Plastic Energy, pemerintah juga menggandeng lembaga nonpemerintah, World Wildlife Fund (WWF) untuk menangani sampah.

Dia berharap kota-kota besar di Indonesia, terutama DKI Jakarta dan Surabaya sudah seharusnya mengembangkan PLTSa karena besarnya populasi di perkotaan berbanding lurus dengan jumlah sampah. Dengan begitu, sampah bisa dikonversi menjadi hal-hal yang bermanfaat.

Founder sekaligus CEO Plastic Energy, Carlos Monreal mengatakan, kerja sama dengan pemerintah Indonesia mencakup pengurangan sampah seperti di tempat pembuangan sampah (TPS) dan laut. Kerja sama tersebut menargetkan konversi 100.000 ton sampah setiap tahun.

"Kami adalah satu-satunya operator di dunia yang telah berhasil mengonversi sampah plastik domestik pada skala komersial," kata Carlos, Selasa (30/10/2018).

Perusahaan asal Spanyol tersebut menggunakan teknologi proses daur ulang Thermal Anaerobic Technology (TAC). Proses ini menggunakan teknologi jejak karbon rendah yang dipatenkan yang menghasilkan bahan bakar atau minyak alternatif.

Monreal mengatakan, pabrik modularnya di Sevilla dapat menghasilkan sekitar 850 liter minyak untuk setiap ton plastik.

Editor : Rahmat Fiansyah