BNI, OJK, dan Pemda Jakarta Perluas Program Menabung dengan Sampah

Diaz Abraham ยท Senin, 14 Oktober 2019 - 20:10:00 WIB
BNI, OJK, dan Pemda Jakarta Perluas Program Menabung dengan Sampah
Direktur Bisnis Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) menandatangani nota kesepahaman, yang turut disaksikan Anggota Dewan Komisioner OJK Tirta Segara (kiri) di Jakarta, Senin (14/10/2019).

JAKARTA, iNews.id - Namanya sampah. Nama itu mewakili bau tak sedap, sesuatu yang sulit dikendalikan, dan terbuang sia-sia. Nah, BNI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 1, serta Pemda DKI berkolaborasi ingin membuat sampah ini lebih bermanfaat dan justru menjadi sumber penghasilan baru secara luas, yaitu dengan menggelar Gerakan Ayo Menabung dengan Sampah.

Gerakan ini merupakan bagian dari Program BNI Go Green yang menjadi perwujudan tanggung jawab BNI terhadap lingkungan, di mana program ini termasuk dalam salah satu program pada Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) BNI. Dengan demikian, kegiatan usaha BNI menjadi usaha yang berwawasan lingkungan.

Tahun lalu, gerakan serupa baru menjadi pilot project, sehingga terbatas hanya di Kota Administratif Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Tahun ini, ketiga lembaga tadi telah membulatkan tekad agar gerakan serupa dapat diperluas hingga di seluruh daerah administratif termasuk Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, hingga Kabupaten Kepulauan Seribu.

Program ini juga kemudian dikembangkan melalui kerja sama dengan Ketua Kwarda Provinsi DKI Jakarta pada Agustus 2019 yang lalu untuk melibatkan partisipasi aktif dari seluruh pramuka provinsi DKI Jakarta.

Kesepakatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung kegiatan literasi dan inklusi keuangan, sekaligus mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai bagian dari perwujudan misi BNI dalam mewujudkan tanggung jawab terhadap komunitas dan lingkungan. Kebetulan sekali, Oktober adalah Bulan Inklusi Keuangan Tahun 2019.

Acara berlangsung di Balai Agung, Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, dan dihadiri oleh Direktur Bisnis Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Anggota Dewan Komisioner OJK Tirta Segara, dan Kepala Kantor Regional 1 OJK Dhani Gunawan Idat di Jakarta, Senin (14/10/2019). Turut hadir perwakilan siswa, masyarakat serta pasukan oranye dari lima wilayah kota administrasi dan satu Kabupaten Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta.


Bersamaan  dengan kegiatan tersebut, juga diberikan apresiasi kepada penggiat lingkungan di lima wilayah kota Adminisrasi Jakarta dan Kabupaten Kepulauan Seribu untuk kategori siswa, pasukan oranye, dan warga masyarakat yang paling banyak menabung dengan sampah melalui bank sampahnya masing-masing. Apresiasi diberikan kepada total 24 orang.

Anggoro menuturkan, Gerakan Ayo Menabung dengan Sampah merupakan sinergi dan kepedulian bersama antara BNI, OJK, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam membantu mengatasi permasalahan sampah dari sumbernya. Caranya adalah mendorong partisipasi masyarakat secara langsung.

"Dari gerakan ini, sekaligus dapat mencapai dua tujuan edukasi, yaitu edukasi lingkungan dan edukasi perbankan yang akan membantu peningkatan inklusi keuangan di masyarakat," ujarnya.

Apresiasi dari BNI

Guna mendorong tingkat partisipasi dan memotivasi masyarakat dan siswa agar aktif di dalam gerakan ini, BNI meluncurkan program apresiasi menabung dengan sampah yang akan berlangsung sampai dengan satu tahun ke depan di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Apresiasi akan diberikan kepada penggiat lingkungan terbaik untuk kategori perorangan (siswa, warga, pasukan oranye), sekolah, dan bank sampah (induk/unit). Pemenangnya dinilai dari sampah yang ditabung dan tonase sampah yang dihimpun dan dikelola.

"Harapannya dengan program ini akan mendukung cashless society dan menciptakan less thrash community," kata Anggoro.

Peluncuran Gerakan Ayo Menabung dengan Sampah merupakan kelanjutan dari pilot project yang telah berlangsung sejak tahun lalu di Kota Adminisratif Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Hingga September 2019, gerakan ini sudah diikuti lebih dari 150.000 siswa, serta 5.000 warga dan pasukan oranye, lebih dari 200 bank sampah dengan total dana hasil penjualan yang telah dihimpun mencapai lebih dari Rp3 miliar.

Dengan peluncuran secara lebih luas lagi diharapkan akan membawa dampak yang lebih besar lagi terhadap pengurangan sampah dari sumbernya, serta siswa dan masyarakat dapat menikmati nilai ekonomis dari kebiasaaan dan kemandirian dalam menabung dengan sampah serta mendukung implementasi program one student one account. Hal penting lainnya adalah program ini menjadi langkah awal pembentukan karakter anak untuk gemar menabung dan peduli lingkungan sejak dini. (Adv)

Editor : Tuty Ocktaviany

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda