Cegah PHK, Kemnaker Fasilitasi Pertemuan Pekerja dengan Manajemen Garuda dan Sriwijaya Air

Michelle Natalia ยท Senin, 31 Mei 2021 - 11:42:00 WIB
Cegah PHK, Kemnaker Fasilitasi Pertemuan Pekerja dengan Manajemen Garuda dan Sriwijaya Air
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memfasilitasi pertemuan manajemen dan serikat pekerja/serikat buruh maskapai Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air terkait rencana pensiun dini dan pemutusan hubungan kerja (PHK). 

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi, mengatakan pertemuan digelar secara terpisah di kantor Kemnaker. Dalam pertemuan tersebut, Kemnaker mendorong manajemen Garuda dan Sriwijaya Air agar melakukan berbagai upaya untuk meminimalkan terjadinya PHK. 

"Kami mendorong agar dua maskapai tersebut berupaya semaksimal mungkin menghindari terjadinya PHK. Bangun dialog bipartit untuk mencari solusi terbaik bagi kedua belah pihak," kata Anwar dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (31/5/2021).

Menurut Anwar, pihaknya berharap manajemen melakukan komunikasi dan perundingan yang baik dengan melibatkan para pekerja di masing-masing di maskapai Sriwijaya Air maupun Garuda Indonesia.

Namun apabila perundingan menemui jalan buntu dan PHK menjadi jalan terakhir, maka dalam pelaksanaannya harus memperhatikan dua hal. Yakni proses PHK secara benar dan hak-hak pekerja harus dipenuhi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, serta memikirkan nasib dan masa depan para pekerja yang ter-PHK.

"Jika PHK menjadi jalan terakhir, hak-hak pekerja wajib dipenuhi oleh manajemen perusahaan. Kita harus pastikan hal tersebut berjalan dengan baik," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, kata Anwar, Kemnaker secara terbuka juga menawarkan kepada Serikat Pekerja/Serikat Buruh dari dua maskapai tersebut untuk mengikuti triple skilling di Balai Latihan Kerja. Yakni skilling, up-skilling, re-skilling pelatihan kerja di BLK.

Ketiga hal tersebut diyakini akan menjadi opsi bagi para pekerja yang terkena PHK agar dapat kembali bekerja atau berwirausaha. Program pelatihan skilling merupakan pelatihan yang diperuntukkan bagi angkatan kerja yang ingin mendapatkan keahlian. Up-skilling, pelatihan pekerja yang ingin meningkatkan keahlian, sedangkan re-skilling berguna untuk pekerja yang ingin mendapatkan keterampilan baru.

"Triple skilling ini, memastikan agar komptensi, keahlian kerja serta daya saing pekerja Indonesia ini menjadi lebih baik. Penerapannya dalam bentuk pelatihan-pelatihan kerja di BLK," kata Anwar.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: