China Sepakati Pembelian 300 Unit Pesawat Airbus

Rully Ramli ยท Selasa, 26 Maret 2019 - 12:21 WIB
China Sepakati Pembelian 300 Unit Pesawat Airbus

Airbus menandatangani kontrak penjualan 300 unit pesawat dengan China. (Foto: Reuters)

PARIS, iNews.id - Airbus menandatangani kesepakatan untuk menjual 300 unit pesawat yang bernilai miliaran dolar Amerika Serikat (AS) ke China pada Senin (25/3/2019) waktu setempat. Kesepakatan ini bertepatan dengan kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Eropa.

Mengutip Reuters, Selasa (26/3/2019), kesepakatan itu dilakukan antara Airbus dengan perusahaan pelat merah Tiongkok, China Aviation Supplies Holding Company. Perusahaan ini mengoordinasikan kesepakatan selama kunjungan diplomatik dengan memboyong 290 unit pesawat berbadan sedang atau tipe A320, dan 10 unit pesawat tipe A350 untuk yang berbadan lebar.

Otoritas Prancis mengatakan, pembelian pesawat itu setara dengan 30 miliar euro jika merujuk pada harga di katalog. Namun, dengan pembelian dalam jumlah besar, biasanya produsen akan memberi diskon besar.

Sebagai informasi, pembelian tersebut sejatinya serupa dengan kontrak untuk 300 unit pesawat Boeing pada 2017 lalu. Kesepakatan itu terjadi ketika Presiden Donald AS Trump mengunjungi Beijing. Selanjutnya, pembelian serupa tak lagi terjadi seiring kedua negara yang terlibat perang dagang.

Pembelian pesawat Airbus juga karena grounded Boeing 737 Max yang masih diliputi ketidakpastian.

Meski begitu, tidak ada bukti konkret untuk mengaitkannya ke pembelian unit pesawat Airbus, perang dagang AS-China, dan masalah keamanan Boeing 737 Max. Namun, pengamat isu China mengatakan, Beijing sering mengirim sinyal diplomatik atau kerap mengganti pemasok lewat kesepakatan dengan perusahaan aviasi negara.

"Kesimpulan dari kontrak besar tersebut adalah langkah maju yang penting dan sinyal yang sangat baik dalam konteks saat ini," kata Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam pidato bersama dengan Presiden China, Xi Jinping.

AS dan China kini tengah mencapai kesepakatan untuk mengurangi tensi perang dagang. Keduanya diharapkan pelaku pasar bisa mengehentikan pengetatan kebijakan impor yang memengaruhi perekonomian global.


Editor : Ranto Rajagukguk