Covid-19 Tekan Bisnis Rental Mobil, Hertz Ajukan Bangkrut

Rahmat Fiansyah ยท Sabtu, 23 Mei 2020 - 11:20 WIB
Covid-19 Tekan Bisnis Rental Mobil, Hertz Ajukan Bangkrut

Hertz. (Foto: AFP)

FLORIDA, iNews.id - Wabah virus corona (Covid-19) menekan bisnis transportasi darat. Perusahaan rental mobil asal AS, Hertz, akan mengajukan bangkrut setelah permintaan sewa kendaraan roda empat anjlok.

Dikutip dari Forbes, Sabtu (23/5/2020), Hertz mengajukan pasal 11 ke Pengadilan AS. Dengan pasal ini, perusahaan akan tetap bertahan di bisnis tersebut namun harus merestrukturisasi utangnya sehingga kondisi keuangan lebih sehat. Saat ini, Hertz masih mempunyai kas sekitar 1 miliar dolar AS.

"Dengan tingkat keparahan Covid-19 yang berdampak pada bisnis kami, dan ketidakpastian kapan ekonomi akan pulih kami harus mengambil langkah lebih jauh untuk menghadapi potensi pemulihan berkepanjangan," kata Presiden & CEO Hertz, Paul Stone.

Hertz mengecualikan beberapa wilayah tetap beroperasi, yaitu Eropa, Australia, dan Selandia Baru. Performa bisnis, terutama pendapatan dan pemesanan di ketiga wilayah tersebut dinilai masih cukup baik.

Pengajuan kebangkrutan ini membuat posisi Hertz berada di persimpangan jalan. Banyak perusahaan, termasuk General Motors dan sejumlah maskapai pernah melewati proses ini dan berhasil mencetak profit pada tahun-tahun berikutnya. Tapi, banyak pula perusahaan yang gagal bertahan hingga benar-benar bangkrut.

Stone optimistis proses itu akan membuat struktur keuangan Hertz lebih kuat ke depan. Pilihan itu terpaksa diambil setelah pemerintah AS tak memasukkan industri sewa kendaraan sebagai salah satu bisnis yang memperoleh insentif.

Sebelum mengajukan proses bangkrut, Hertz telah mem-PHK 12.000 pegawai dan merumahkan lebih dari 4.000 orang selama pandemi virus corona.

Editor : Rahmat Fiansyah