Dana Habis untuk Beli Pertagas, PGN Tertarik Rilis Surat Utang Global

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Kamis, 08 Agustus 2019 - 13:20 WIB
Dana Habis untuk Beli Pertagas, PGN Tertarik Rilis Surat Utang Global

Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso. (Foto: iNews.id/Isna Rifka Sri Rahayu)

JAKARTA, iNews.id - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk berminat menerbitkan surat utang berdenominasi dolar AS (global bond). Dana hasil penjualan akan digunakan untuk membiayai belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini.

Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso mengatakan, pada tahun lalu perseroan menggelontorkan dana dari kas internal yang sangat besar untuk mengakuisisi anak usaha PT Pertamina (Persero), Pertagas. Akuisisi dilakukan sejalan dengan holding BUMN migas.

"Untuk akuisisi pertagas tahun lalu memang kita menggunakan dana sendiri sebesar 1,3 billion dolar AS (Rp18,2 triliun) itu kita pakai dana sendiri semuanya," kata dia di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Gigih mengatakan, dana PGN untuk belanja modal saat ini sekitar 350 juta dolar AS berasal pinjaman jangka pendek (bridging loan) dari Bank Mandiri. Hingga 30 Juni 2019, dana yang dikucurkan untuk belanja modal sekitar 170 juta dolar AS. Sementara PGN membidik realisasi belanja modal 500 juta dolar AS pada taun ini.

"Kalau nanti memang ada kebutuhan yang lebih, tentunya kita akan coba sounding ke market lagi, karena sekarang kondisi market memang lagi bagus. Apakah kita nanti mau issue bond atau global bond, kalau memang ada kebutuhan untuk capex," ucap dia.

Selain menutupi belanja modal, menurut Gagah, penerbitan global bond juga bisa digunakan untuk mendanai ulang utang (refinancing) utang jangka pendek tersebut. Pasalnya, bunga global bond biasanya lebih rendah dibandingkan pinjaman perbankan.

"Bridging itu kan (jangka) pendek ya nanti harus kita replace lagi dengan yg lebih panjang. Tapi kita masih kaji dulu," kata Gigih.

Dia mengakui ketertarikan PGN untuk menerbitkan global bond karena BUMN cukup sukses mendapatkan pendanaan murah dari pasar keuangan. Pertamina dan PLN, kata dia, selama menerbitkan global bond dengan bunga yang rendah dan tenor yang panjang.

"Dengan keberhasilan Pertamina dan PLN mendapatkan rate yang sangat bagus dengan jangka waktu 10-30 tahun, sebenernya kita juga pengen sih. Cuma kita lihat kebutuhan juga," ucapnya

Untuk besarannya, Gigih mengaku belum bisa mengungkapkannya. Saat ini, tim di internal PGN masih mengkaji kebutuhan dan besaran nilai global bond yang akan diterbitkan.

Editor : Rahmat Fiansyah