Dirut Humpuss Intermoda Pastikan Tidak Ada Penyitaan Aset Perseroan Terkait Kasus BLBI

Anggie Ariesta ยท Sabtu, 18 September 2021 - 13:42:00 WIB
Dirut Humpuss Intermoda Pastikan Tidak Ada Penyitaan Aset Perseroan Terkait Kasus BLBI
Ilustrasi Kasus BLBI (Foto/Ilustrasi: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Direktur Utama PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS), Kemal Imam Santoso, mengatakan tidak ada penyitaan aset perseroan terkait kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). 

Humpuss Intermoda yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham HITS merupakan perusahaan pelayaran yang kepemilikan sahamnya dimiliki Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto

Beberapa waktu lalu, Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) Kementerian Keuangan telah memanggil Tommy Soeharto untuk membayar tunggakan kewajiban terkait kasus BLBI. 

Dalam keterbukaan informasi BEI, Kemal menjelaskan bahwa masalah Tommy Soeharto dengan kasus BLBI tidak memiliki keterkaitan dan tidak mempengaruhi operasional perseroan. 

"Bahwa UBO (Ultimate Beneficial Owner) perseroan adalah Bapak Hutomo Mandala Putra. Dalam praktik operasional perseroan, Beliau tidak mengendalikan secara langsung. Perseroan dijalankan oleh tenaga-tenaga profesional dan independen, bebas intervensi dari pihak manapun," kata Kemal, dalam keterbukaan informasi yang dikutip Sabtu (18/9/2021).

Dia menjelaskan pula hubungan antara emiten bersandi HITS ini dengan UBO perseroan, yang merupakan hubungan yang wajar antara perusahaan dan pemegang sahamnya.

Tommy Soeharto memegang kepemilikan saham perseroan dan menjadi UBO melalui dua kepemilikan. Pertama, Tommy memegang 10,4 persen saham HITS secara langsung. Kedua, Tommy memiliki 60 persen dari saham PT Humpuss yang merupakan pemegang saham pengendali dari HITS, dia memegang saham Humpuss bersama Sigit Harjojudanto yang memegang 40 persen sisanya.

PT Humpuss menjadi pemegang saham terbesar HITS sebesar 45,52 persen. Dengan rincian pemegang saham HITS lainnya, yakni PT Menara Cakra Buana 32,83 persen, dan masyarakat 11,25 persen.

"Hingga saat ini, tidak adanya informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham perusahaan," ujar Kemal.

HITS juga menegaskan terkait rencana penyitaan aset obligor BLBI ini tidak berdampak terhadap kondisi operasional dan non-operasional perseroan.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: