Dirut PLN Jadi Tersangka KPK, Begini Respons Kementerian BUMN

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Selasa, 23 April 2019 - 19:40 WIB
Dirut PLN Jadi Tersangka KPK, Begini Respons Kementerian BUMN

Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir. (Foto: Sindo)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Sofyan Basir sebagai tersangka. Dirut PT PLN (Persero) itu diduga terlibat dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1.

Sekretaris Kementerian BUMN, Imam Apriyanto Putro menghormati proses hukum yang sedang dihadapi Dirut PT PLN sebagaimana yang disampaikan oleh KPK.

"Kementerian BUMN menghormati azas praduga tak berasalah, dan bersama PT PLN (persero) siap bekerja sama dengan KPK dalam menangani kasus ini," kata Imam, Selasa (23/4/2019).

BACA JUGA:

KPK Tetapkan Dirut PLN Sofyan Basir Tersangka Suap Proyek PLTU Riau

Profil Sofyan Basir, Dirut PLN yang Terjerat Korupsi PLTU Riau-1

Sebagai organisasi yang menghormati hukum, Imam memastikan pemerintah akan memberikan informasi yang benar dan berimbang. Selain itu, dia juga mengingatkan seluruh kegiatan BUMN berperdoman kepada tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG).

Mengingat peran PLN yang strategis, Imam meminta manajemen PLN untuk memastikan operasional perusahaan tetap berjalan dengan baik. Pasalnya, PLN harus memberikan pelayanan listrik kepada masyarakat di berbagai daerah.

Sebelumnya, Dirut PT PLN ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan suap proyek PLTU-1. Penetapan ini merupakan hasil pengembangan kasus setelah mencermati fakta persidangan yang muncul di Pengadilan Tipikor.

Sofyan diduga berperan membantu Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Saragih dan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo untuk memuluskan proyek PLTU Riau-1.


Editor : Rahmat Fiansyah