Ditantang Tingkatkan Investasi di RI, Investor Rusia Tertarik Sektor Infrastruktur dan Energi

Suparjo Ramalan ยท Senin, 27 September 2021 - 06:30:00 WIB
Ditantang Tingkatkan Investasi di RI, Investor Rusia Tertarik Sektor Infrastruktur dan Energi
Ditantang tingkatkan investasi di RI, investor Rusia tertarik sektor infrastruktur dan energi.

MOSKOW, iNews.id - Anggota Komite Investasi Kementerian Investasi/Bafan Koordinadi Penanaman Modal (BKPM) Rizal Calvary Marimbo mengatakan, Kementerian Investasi/BKPM menantang investor Rusia meningkatkan investasinya di Indonesia. Dari pertemuan yang dilakukan, investor di sana tertarik berinvestasi di sektor infrastruktur dan energi.

Rizal mengungkapkan hal itu usai melakukan pertemuan dengan beberapa pimpinan dan manajemen Russian Railways dan The Russian Business Counsil (RBC) di Moskow, Rusia, baru-baru ini. Dari Russian Railways diwakili Deputy Executive Director Russian Railways Alexander Popov dan Head of Directorate Foreign Project Russian Railways Dmimitry Alekseev, sedangkan RBC, hadir CEO Spectrum Group Mikhail Kuritsyn dan Chairman ICG Investconsult Alexander Pogoreiskiy.

"Tadi kita tidak hanya petakan potensi investasi Rusia di Indonesia. Tapi kita tantang juga dia. Jangan mau kalah dari China, Korsel dan negara negara lain," kata Rizal, yang hadir di Rusia bersama sejumlah anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Bupati Morowali Utara, usai melakukan pertemuan baru baru ini di Moskow.

Dia menuturkan, secara akulatif, Foreign Direct Investment (FDI) Rusia sejak 2016 hingga 2021 hanya sebesar 46,82 juta dolar AS. FDI Rusia tersebar di lima sektor, yakni industri kimia dan farmasi, hotel dan restoran, real estates, perdagangan dan layanan dan lain-lain. Rentang 2016 hingga 2021, Rusia berinvestasi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Sumatra, Jawa dan Kalimantan. 

"Sebesar 57,3 persen investasi Rusia di Bali dan Nusa Tenggara, Sumatra 34 persen, Jawa hanya 7,3 persen, Sulawesi 2 4 persen," ucap Rizal.

Rusia saat ini menempati peringkat 39 FDI di Indonesia. Dengan posisi tersebut, posisi Rusia masih tertinggal dalam hal FDI di Indonesia dibandingkan dengan beberapa negara Eropa lainnya seperti Belanda dan Swiss.

Kendati demikian, Rizal optimistis investasi Rusia akan berkembang ke depan. Ini mengingat berbagai reformasi yang telah dilakukan untuk memberilan kemudahan berusaha dan berinvestasi di dalam negeri. Kementerian Investasi juga menyosialisasikan UU Cipta Kerja, sentralisasi perizinan, kebijakan insentif dan fasilitas fiskal serta perbaikan lainnya di era kepemimpinan Menteri Bahlil Lahadalia.

”Arahan Pak Menteri Bahlil bahwa perbaikan iklim investasi dilakukan secara sistematis, terarah dan fundamental dilakukan di Tanah Air. Dan ini memang yang investor tunggu-tunggu,” ujarnya. 

Menurutnya, dari pertemuan yang dilakukan, investor Rusia tertarik berinvestasi di sektor infrastruktur dan energi.

"Utamanya mereka banyak tanya-tanya soal prospek kereta api di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua serta kelistrikan pembangkit tenaga nuklir," kata Rizal.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: