DPR Sarankan Pengawasan Ketat Tak Hanya Dilakukan di Bandara

Antara ยท Kamis, 02 Juli 2020 - 17:50 WIB
DPR Sarankan Pengawasan Ketat Tak Hanya Dilakukan di Bandara

Bandara Soekarno-Hatta. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Komisi V DPR meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tak hanya melakukan pengawasan ketat di bandara. Padahal, arus pergerakan penumpang juga terjadi di titik-titik lain, seperti darat dan laut.

"Kenapa selama pengendalian, seolah hanya terkonsentrasi di bandara saja, padahal transportasi itu juga melalui laut dan darat,” ujar Anggota Komisi V DPR, Iis Edhy Prabowo, Kamis (2/7/2020).

Selain itu, dia juga mengkritisi mahalnya biaya rapid test dan tes PCR. Tes kesehatan Covid-19 ini menjadi salah satu syarat bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan dari satu daerah ke daerah lainnya.

"Seharusnya masyarakat diberi kemudahan dalam memeriksakan diri demi penanggulangan penyebaran Covid-19. Apalagi ini berkaitan dengan syarat untuk mobilitas masyarakat dari satu wilayah ke wilayah lainnya,” katanya.

Legislator dari Dapil Jawa Barat 2 ini berharap, masyarakat yang sedang mengalami kesulitas ekonomi akibat pandemi tidak semakin terbebani dengan mahalnya biaya pemeriksaan ini. Menurut dia, masyarakat sudah sangat terpuruk secara ekonomi karena penghasilan yang menurun.

Dia menilai, hal tersebut bukan tanpa alasan karena banyak penumpang membutuhkan hasil tes untuk mencegah penyebaran Covid-19. Dia menyontohkan jika ada masyarakat yang sakit meski tidak ada kaitanya dengan Covid-19, rumah sakit lazimnya akan mewajibkan pasien untuk mengikuti rapid test atau tes PCR terlebih dahulu.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi sebelumnya mengusulkan subsidi negara atas biaya tes Covid-19. Saat ini, biaya rapid tes berkisar antara Rp300.00-Rp500.000, sedangkan untuk pemeriksaan test PCR dibanderol Rp1,5-2,5 juta.

Editor : Rahmat Fiansyah