Dukung Hilirisasi Tambang, Menteri Rini Temui Bos-Bos Industri Logam China

Rully Ramli ยท Jumat, 17 Mei 2019 - 10:42 WIB
Dukung Hilirisasi Tambang, Menteri Rini Temui Bos-Bos Industri Logam China

Menteri BUMN, Rini Soemarno. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian BUMN mendorong PT Inalum (Persero) sebagai induk holding pertambangan untuk menjajaki kerja sama bisnis dengan China. Hal ini untuk mempercepat proses hilirisasi tambang di Tanah Air.

Menteri BUMN, Rini Soemarno melakukan kunjungan tiga hari ke China untuk bertemu dengan sejumlah CEO industri logam di negara tersebut. Menurut dia, hilirisasi industri menjadi fokus holding BUMN pertambangan.

"Ini untuk kepentingan rakyat dan bangsa, semakin tinggi nilai tambah produk tambang kita, semakin besar manfaat yang dapat dirasakan oleh seluruh rakyat," kata Rini melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Direktur Utama Inalum, Budi Gunadi Sadikin yang ikut hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, pertemuan dengan para CEO industri logam di China untuk mendengarkan penjelasan tentang kondisi industri logam, termasuk teknologi terbarunya.

"Kami juga menjajaki berbagai peluang kerja sama yang sesuai dengan rencana strategis kami dan dapat membantu kami mempercepat terealisasinya hilirisasi tambang untuk kesejahteraan masyarakat," kata dia.

Sejumlah bos yang ditemui di Beijing di antaranya CEO The Metallurgical Corporation of China (MCC) untuk menjajaki peluang kerja sama industri EPC dan tambang kobalt atau nikel. Selain itu, rombongan juga bertemu dengan CEO Beijing Easpring Material Technology untuk mempelajari industri Electric Vehicle, terutama dalam pembuatan katoda.

Di Inner Mongolia, rombongan mengunjungi perusahaan gasifikasi batu bara, Dalu Chemicals. Kunjungan ini untuk mempelajari proses dan teknologi dalam gasifikasi batu bara, termasuk menjajaki peluang kerja sama dengan Bukit Asam.

Rombongan juga ke Shanghai untuk melakukan kunjungan ke Huayao, manufaktur kimia cobalt, termasuk lithium ion. Selain itu, mereka juga mengunjung Contemporary Amperex Technology (CATL) Battery untuk mempelajari industri mobil listrik.


Editor : Rahmat Fiansyah