Dwi Soetjipto Jadi Kepala SKK Migas, Ini Permintaan Menteri Jonan

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Senin, 03 Desember 2018 - 15:46 WIB
Dwi Soetjipto Jadi Kepala SKK Migas, Ini Permintaan Menteri Jonan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Dwi Soetjipto resmi dilantik menjadi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Sejumlah tugas berat menanti mantan bos PT Pertamina (Persero) itu.

"Pesan saya pribadi, menjadi pemimpin itu adalah menjadi orang yang dibebankan karena kepentingan pribadinya tidak ada lagi," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan di kantornya, Jakarta, Senin (3/12/2018).

Pertama, Jonan meminta Dwi untuk tetap mengedapankan good corporate governance (GCG) saat memimpin SKK Migas. Hal ini, kata dia, telah dilakukan oleh Kepala SKK Migas sebelumnya, Amien Sunaryadi sehingga kinerja lembaga tersebut semakin baik.

"Memang anak buahnya Pak Amien yang merasa kurang nyaman ada. Tapi ya biasa. Kadang saya juga merasa kurang nyaman kok dengan Pak Amien," kata dia.

Selain itu, Jonan juga meminta Dwi untuk melanjutkan misi Amien untuk meningkatkan eksplorasi cadangan minyak. Pasalnya, Indonesia sudah bertahun-tahun tidak menemukan cadangan minyak baru.

"WK (wilayah kerja) determinasi dan diperpanjang itu diwajibkan menyerahkan komitmen kerja pasti yang sampai sekarang 2 miliar dolar AS untuk 10 tahun ke depan. Ini untuk eksplorasi," ucapnya.

Untuk itu, Mantan Direktur Utama PT KAI itu meminta Kepala SKK Migas yang baru untuk menyelesaikan WK terminasi yang akan jatuh tempo pada 2023.

"Tolong bantu Dirjen Migas untuk melelang WK untuk melakukan eksplorasi. Kontraknya sudah diubah jadi gross split, konsepnya sama seperti tax royalty di AS. Jadi tolong yang masih cost recovery tersisa biayanya diatur," tuturnya.

Jonan juga meminta Dwi untuk memperkuat pengawasan penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di proyek hulu migas.

"TKDN ini memang sangat tricky. Tapi ya ini niatnya baik. Kalau bisa diadakan dalam negeri ya diadakan, kalau tidak ya tidak," kata dia.

Editor : Rahmat Fiansyah