Ekonom: Sektor Agribisnis Jadi Penyelamat saat Krisis

Aditya Pratama ยท Rabu, 02 Desember 2020 - 13:55:00 WIB
Ekonom: Sektor Agribisnis Jadi Penyelamat saat Krisis
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Joko Supriyono saat membuka Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2020 New Normal secara virutal, Rabu (2/12/2020). (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Ketidakpastian pasar masih akan membayangi ekonomi Indonesia tahun depan. Namun kebijakan pemerintah melakukan pembatasan wilayah secara parsial telah menyelamatkan ekonomi dari ancaman resesi.

Menurut proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF), pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 bisa minus 1,5 persen hingga minus 3,3 persen.

“Dampak ini dinilai masih wajar jika dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia yang minus 6,4 persen dan Filipina yang minus 10 persen,” kata Ekonom Universitas Indonesia (UI) Chatib Basri saat menjadi pembicara pada Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2020 New Normal yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (2/12/2020).

Chatid memperkirakan investasi swasta belum akan masuk pada 2021 dengan dua alasan. Pertama, kemampuan pemerintah dalam mengatasi pandemik yang saat ini masih menjalankan protokol kesehatan. Kedua, permintaan pasar domestik dan ekspor diperkirakan masih sangat lemah.

“Akibat pandemik, sektor swasta tidak bisa beroperasi secara normal, sehingga kapasitas ekonomi tidak dapat dimanfaatkan secara utuh. Maka ekonomi tidak akan pulih sepenuhnya tahun depan dan diperkirakan akan kembali normal tahun 2022,” kata Chatib.

Dalam waktu dekat, kata dia, akan sulit bagi beberapa industri untuk mencapai mencapai break even point khususnya bisnis yang mengandalkan pengalaman konsumen seperti perhotelan.

“Ekspor Indonesia sangat bergantung dengan RRC dan RRC sangat bergantung dengan Eropa. Ekonomi Eropa diperkirakan tidak akan pulih lebih cepat dari tahun 2022. Maka sektor domestik yang harus dikuatkan untuk menopang perekonomian Indonesia.” ujar Chatib.

Editor : Rahmat Fiansyah

Halaman : 1 2