Ekspansi Teknologi Digital, Mandala Finance Alokasikan Capex Rp50 Miliar di Tahun Ini

Jeanny Aipassa ยท Jumat, 21 Januari 2022 - 08:34:00 WIB
 Ekspansi Teknologi Digital, Mandala Finance Alokasikan Capex Rp50 Miliar di Tahun Ini
Direktur Keuangan PT Mandala Multifinance Tbk, Christel Lasmana (kanan) dan Direktur Teknologi Mandala Finance, Felix Nugroho. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) atau Mandala Finance mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp50 miliar di tahun ini untuk ekspansi teknologi digital

Direktur Keuangan Mandala Finance, Christel Lasmana, mengatakan di tahun ini perseroan fokus mengalokasikan capex untuk pengembangan teknologi digital dan jaringan. Untuk itu, sekitar 70 persen dari total capex perseroan di tahun ini, dialokasikan untuk teknologi digital dan jaringan. 

"Capex 2022 lebih banyak di teknologi digital dan jaringan. Tahun 2021 nilainya Rp20 miliar, tahun ini kita alokasikan minimal dua kali lipat bahkan sekitar Rp50 miliar untuk ekspansi teknologi digital dan jaringan," kata Christel, di Jakarta, Kamis (20/1/2022). 

Dia mengungkapkan, Mandala Finance cukup serius mengembangkan teknologi digital karena terbukti dapat meningkatkan penetrasi perseroan untuk agen dan konsumen di sejumlah wilayah di Indonesia secara signifikan, bahkan di masa pandemi. 

Hal itu, lanjutnya, juga berimbas pada peningkatan pembiayaan yang disalurkan Mandala Finance, yakni sebesar Rp3,5 triliun pada kuartal III 2021 (naik 71 persen yoy) dan mencapai Rp5 triliun pada akhir 2021. 

"Untuk 2022, kami menargetkan penyaluran pembiayaan mencapai Rp6,8 triliun, terutama untuk sepeda motor, baik baru maupun second (bekas)," ujar Christel. 

Sementara Direktur Teknologi Mandala Finance, Felix Nugroho, mengatakan transformasi digital yang dilakukan sejak Tahun 2020, membawa dampak signfikan bagi pertambahan mitra dan konsumen, juga pertumbuhan pembiayaan perseroan. 

"Melalui aplikasi Mantis dan MantisGo yang diluncurkan di Playstore pada 2020, kami dapat meningkatkan pertumbuhan mitra dan konsumen hingga lebih dari empat kali lipat. Aplikasi ini kami kembangkan untuk menjawab tantangan pandemi," kata Felix.

Dia menjelaskan, sebelum melakukan transformasi digital, jumlah mitra dan konsumen perseroan sekitar 5.000. Pada 2021, jumlahnya meningkat menjadi 30.000. 

Melalui transformasi digital, lanjutnya, perseroan juga dapat melakukan penetrasi ke sejumlah daerah, bahkan mengalami pertumbuhan signifikan terutama di kawasan Indonesia Timur (Sulawesi, Maluku, dan Papua) serta Sumatera. 

"Dari 30.000 mitra dan konsumen, sekitar 20.000 berasal dari kawasan Indonesia Timur, yaitu Sulawesi, Maluku dan Papua," ujar Felix.  

Dia menambahkan, capex 2020 yang dialokasikan sekitar Rp50 miliar untuk pengembangan teknologi digital, akan digunakan untuk meningkatkan layanan aplikasi Mantis dan MatisGo, dan memperkuat sumber daya manusia (SDM) teknologi.  

"Untuk pengembangan teknologi kami cukup serius. Saat ini, tim teknologi kami sekitar 250 orang," ungkap Felix. 

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: