Garap Pembangunan Ibu Kota Baru, Dirut Hutama Karya: Kita Sudah Persiapan Masuk

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Kamis, 05 September 2019 - 15:38:00 WIB
Garap Pembangunan Ibu Kota Baru, Dirut Hutama Karya: Kita Sudah Persiapan Masuk
PT Hutama Karya (Persero) kini tengah mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu ditugasi pemerintah untuk ikut menggarap proyek di Ibu Kota baru. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - PT Hutama Karya (Persero) kini tengah mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu ditugasi pemerintah untuk ikut menggarap proyek di Ibu Kota baru. Namun, keikutsertaannya akan terbatas karena masih harus menyelesaikan pembangunan Trans Sumatra.

Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo mengatakan, keterbatasan gerak ini membuatnya tidak bisa menggarap semua sektor proyek di Ibu Kota baru. Dengan anggaran Rp466 triliun, pemerintah akan membangun infrastruktur, fasilitas umum hingga gedung-gedung.

"Ikut membangun apa belum tahulah, tapi kita sudah mempersiapkan kita masuknya mau yang di mana. Kan tidak bisa kita masuk semua karena kami ada keterbatasan dan penugasan untuk menyelesaikan di Sumatra," ujarnya di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (6/9/2019).

Hingga saat ini, pemerintah belum memberikan penugasan untuk perusahaan berpelat merah ini menggarap proyek di Kalimantan Timur (Kaltim). Namun, dia menegaskan Hutama Karya siap jika diberikan penugasan di sana setelah memilah akan berkonsentrasi kerjakan proyek bagian mana.

"Bagian yang tidak terlibat mungkin pembangunan gedung mungkin EPC (Engineering, Procurement dan Construction) mungkin di sana perlu untuk tenaga listrik atau paling tidak isinya mungkin," ucapnya.

Kendati demikian, dia yakin akan mendapat banyak proyek di Ibu Kota baru karena selama ini pemerintah telah memercayakan proyek strategis ke Hutama Karya seperti Trans Sumatra. Biasanya proyek yang dikerjakan di daerah-daerah tidak hanya sebatas infrastruktur jalan maupun gedung tapi ada juga proyek EPC listrik dan kilang minyak PT Pertamina (Persero).

"Insya Allah banyak (peluang proyek di Ibu Kota baru)," tutur dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewacanakan penjualan lahan negara untuk membiayai pemindahan Ibu Kota yang mencapai Rp466 triliun. Lahan 180.000 hektare (ha) yang diperuntukkan untuk Ibu Kota dinilai terlalu luas.

Dia mengatakan, lahan yang digunakan untuk Ibu Kota pada tahap awal sebesar 40.000 ha sementara 110.000 ha akan digunakan untuk pengembangan Ibu Kota dalam jangka panjang. Sisanya 30.000 rencananya dijual.

Namun, Jokowi menyebut, penjualan lahan tersebut dikhususkan untuk pembeli individu, bukan perusahaan, termasuk pengembang properti. Dia yakin hasil penjualan tanah negara ini cukup untuk membiayai pemindahan Ibu Kota.

"Kita akan menjual kepada individu langsung, tidak ke pengembang, karena harganya (jadi) mahal. Misalnya saya jual Rp2 juta per meter, maka pemerintah akan mendapat Rp600 triliun. Apalagi kalau dijual Rp3 juta per meter. Kita sudah mendapat Rp900 triliun," katanya di Istana Negara, Selasa (4/9/2019).

Editor : Ranto Rajagukguk

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda