Garuda Indonesia Punya Utang Rp6,8 Triliun yang Jatuh Tempo Mei 2020

Muhammad Aulia ยท Sabtu, 25 Januari 2020 - 09:35 WIB
Garuda Indonesia Punya Utang Rp6,8 Triliun yang Jatuh Tempo Mei 2020

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memiliki utang jatuh tempo sebesar 500 juta dolar AS atau sekitar Rp6,8 triliun. Utang itu harus dibayarkan Mei 2020.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra berjanji maskapai akan melunasinya. Saat ini Garuda tengah berupaya mencari utang baru untuk membayar utang jatuh tempo tersebut.

"Kita akan lakukan upaya-upaya negosiasi untuk mencapai utang baru. Tapi mohon dipahami bahwa kita selalu upayakan pengurangan utang tersebut dengan cara membuat bisnis profitable (menguntungkan)," ujar Irfan di Jakarta, Jumat (24/01/2020).

Mantan direktur utama PT Inti (Persero) tersebut menilai perusahaan penerbangan (airlines) seperti Garuda harus berutang karena sulit untuk membeli pesawat secara tunai. Oleh karena itu, Garuda akan fokus menggenjot pendapatan dan laba agar utang berkurang.

Selain itu, kata Irfan, efisiensi juga terus dilakukan. Dalam waktu dekat, dia merenegosiasi kontrak-kontrak perusahaan yang cenderung membebani pengeluaran.

"Kita akan terus melakukan renegoisasi terhadap pabrik manufacturing dan leasing, karena kalau lihat struktur biayanya besar sekali, tidak hanya di avtur," kata Irfan.

Irfan mengungkapkan, Garuda membuka peluang untuk merekrut negosiator yang andal untuk memuluskan rencana itu. Meski begitu, dia memastikan Garuda tetap mengutamakan keselamatan penumpang di tengah upaya efisiensi.


Editor : Rahmat Fiansyah