GMF AeroAsia Lebarkan Sayap ke Bisnis Perawatan Pesawat Militer

Rully Ramli ยท Sabtu, 10 November 2018 - 11:47 WIB
GMF AeroAsia Lebarkan Sayap ke Bisnis Perawatan Pesawat Militer

Pesawat militer Boeing 737-300. (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - PT GMF AeroAsia Tbk melebarkan sayap bisnis. Anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk itu ingin menggarap bisnis perawatan pesawat militer.

Untuk masuk ke bisnis tersebut, GMF melakukan sejumlah kerja sama untuk mengembangkan kapabilitas. Salah satunya dengan PT Industri Nuklir Indonesia (Persero) atau INUKI. Kerja sama ini untuk mengembangkan teknologi modifikasi Lap Joint untuk pesawat Boeing 737 classic.

Direktur GMF, Beni Gunawan mengatakan, kerja sama dengan BUMN nuklir tersebut penting untuk meningkatkan kapabilitas perseroan. Pesawat Boeing 737 classic dibidik karena banyak digunakan oleh militer.

"GMF sudah dikategorikan sebagai salah satu usaha dalam industri pertahanan karena merupakan industri strategis dan dapat menghasilkan peralatan dan dukungan logistik,” kata Beni, dikutip Sabtu (10/11/2018).

Selain dengan INUKI, Beni menyebut, GMF juga menandatangani kerja sama dengan Rolls Royce, perusahaan manufakur mesin pesawat. Kerja sama ini dinilainya penting karena mesin Rolls Roye, terutama tipe T56 banyak digunakan untuk pesawat militer C-130.

Direktur Utama GMF, Iwan Juniarto menambahakn, industri perawatan pesawat militer saat ini banyak dikerjakan di luar negeri. Dengan begitu, pasarnya sangat menjanjikan.

"Kami mencoba untuk mengambil pasar militer, diawali dengan pengembangan kapabilitas perawatan mesin pesawatnya karena sejalan dengan target perusahaan saat ini yaitu memperbesar porsi perawatan mesin pesawat,” ujar Iwan.

Selain dengan dua perusahaan itu, GMF juga menggandeng Derazona Air Service, operator helikopter lokal. Selain pesawat, GMF juga ingin menggarap pasar perawatan helikopter.

Direktur Utama Derazona Air Service, Atty Boedimilyrati mengaku antusias bekerja sama dengan GMF karena anak usaha BUMN tersebut sudah lama berkecimpung dalam bidang perawatan pesawat yang memiliki fasilitas Pusat Logistik Berikat (PLB).

"Sebagai operator helicopter yang cukup besar di Indonesia, kami dapat memanfaatkan kemudahan ini sebagai nilai tambah bagi armada Derazona,” kata Atty.


Editor : Rahmat Fiansyah