Hampir 20.000 Karyawan Amazon Dinyatakan Positif Covid-19

Djairan ยท Sabtu, 03 Oktober 2020 - 13:32:00 WIB
Hampir 20.000 Karyawan Amazon Dinyatakan Positif Covid-19
Raksasa e-commerce Amazon melaporkan sebanyak 19.816 karyawannya dinyatakan positif Covid-19 dalam periode 1 Maret-19 September 2020. (Foto: AFP)

SEATTLE, iNews.id - Raksasa e-commerce Amazon melaporkan sebanyak 19.816 karyawannya dinyatakan positif Covid-19 dalam periode 1 Maret-19 September 2020. Jumlah itu setara 1,44 persen dari total 1.372.000 karyawan Amazon dan anak perusahaan Whole Foods Market, mencangkup pekerja garis depan dan musiman yang memiliki potensi penularan tinggi.

Angka tersebut diumumkan setelah tekanan dari pekerja Amazon dan kelompok buruh selama berbulan-bulan. Amazon menjadi salah satu perusahaan besar AS yang mengungkapkan data pekerja terinfeksi corona untuk pertama kalinya. Namun, pihaknya mengatakan jumlah tersebut masih jauh di bawah kasus pada populasi umum AS.

Amazon mengatakan, perusahaan menyediakan data akurat sebagai bagian dari upayanya untuk memberi informasi yang transparan kepada karyawan. Pihaknya juga mendorong perusahaan besar lainnya melakukan hal serupa, untuk memberikan detail dan praktik terbaik guna bekerja sama dengan pemerintah.

“Kami berharap perusahaan besar lain juga akan merilis rincian kasus, karena hal itu akan membantu kita semua. Ini bukan arena tempat perusahaan harus bersaing, ini adalah momen di mana perusahaan harus saling membantu,” ujar juru bicara Amazon dalam pernyataan resminya, dikutip dari Washington Post pada Sabtu (3/10/2020).

Perusahaan telah berupaya melakukan ribuan tes sehari dan akan terus meningkatkannya menjadi 50.000 tes sehari di 650 lokasi kerja pada November. Namun, beberapa kelompok pekerja menilai pendataan yang dilakukan Amazon masih belum cukup. Mereka menyerukan tindakan segera oleh regulator federal dan penyelidikan penuh oleh kongres.

"Ini menjadi bukti paling akurat bahwa perusahaan Amerika telah sepenuhnya gagal melindungi pekerja garis depan di tengah pandemi ini. Kegagalan keamanan besar-besaran ini menuntut pengawasan tingkat tinggi segera," kata Presiden Serikat Pekerja Pangan dan Komersial Internasional (UFCW), Marc Perrone.

Pengumuman data penularan yang terkesan lambat, jam kerja yang tidak berubah serta jaminan perlindungan kesehatan yang minim membuat para pekerja resah sehingga melakukan protes hingga mogok kerja. Sejak awal pandemi Covid-19, Amazon memang mengalami peningkatan produksi yang cukup signifikan hingga banyak merekrut pekerja baru namun terkesan mengabaikan keselamatan para pekerja.   

Editor : Ranto Rajagukguk