Harbolnas 2018, E-Commerce Janji Perbesar Porsi Produk Lokal

Rully Ramli ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 21:23 WIB
Harbolnas 2018, E-Commerce Janji Perbesar Porsi Produk Lokal

ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id - Bisnis e-commerce selama ini kerap dikritik karena hanya menjadi platform bagi produk-produk impor. Namun, mereka berjanji akan memperbesar produk lokal dalam Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2018.

Ketua Panitia Harbolnas 2018, Indra Yonathan mengatakan, acara yang digelar pada 11-12 Desember 2018 ini akan memasarkan ribuan produk lokal khusus pada hari pertama. Konsep ini akan dilakukan oleh lebih dari 300 e-commerce pada acara dengan tema "Belanja untuk Bangsa".

“Harbolnas sebagai festival belanja online terbesar di Indonesia berkomitmen untuk mempromosikan produk lokal dan mendorong lebih banyak UMKM agar dapat merasakan keuntungan dan manfaat lebih dari perdagangan digital,” kata dia, dikutip Kamis (6/12/2018).

Yonathan mengatakan, potensi ekonomi digital di Indonesia cukup besar. Data terbaru Google dan Temasek menyebut, ekonomi internet Indonesia pada tahun ini mencapai 27 miliar dolar AS dan akan menembus 100 miliar dolar AS pada 2025. Untuk itu, produsen lokal diharapkan bisa lebih banyak terlibat.

“Melalui Harbolnas 2018 ini para produsen produk lokal dapat merasakan pengaruh bisnis dari kemeriahan acara Harbolnas beriringan dengan pemain-pemain e-commerce besar, sehingga para produsen lokal dapat lebih memahami kelebihan pemasaran dengan platform online,” ujar dia.

Indra yang juga menjabat Country Head of Shopback Indonesia menambahkan, acara Harbolnas 2018 akan didukung penuh oleh pemerintah dan Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA).

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengapresiasi langkah e-commerce memfasilitasi lebih banyak produk lokal dalam Harbolnas 2018. Menurut dia, langkah tersebut selaras dengan misi Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan e-commerce untuk memperjualbelikan produk lokal.

“Pemberdayaan UKM secara digital merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam rencana roadmap Industry 4.0. Melalui Kementerian Perindustrian sudah ada sekitar 3.000 lebih pelaku UKM yang tercakup dalam sub program e-Smart UKM ini dan jumlah ini akan kami terus tambah,” kata Airlangga.

Indonesia, kata Airlangga, mempunyai potensi besar dalam industri digital mengingat besarnya jumlah pengguna internet dengan pertumbuhan ekonomi paling cepat dibandingkan dengan negara-negara tetangga.


Editor : Rahmat Fiansyah