Harga Minyak Merosot Jelang Pertemuan OPEC+, Sinyal Produksi Bakal Ditahan?

Dinar Fitra Maghiszha ยท Rabu, 03 Agustus 2022 - 12:49:00 WIB
Harga Minyak Merosot Jelang Pertemuan OPEC+, Sinyal Produksi Bakal Ditahan?
Ilustrasi harga minyak dunia. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Harga minyak mentah turun menjelang pertemuan OPEC+ yang akan berlangsung Rabu (3/8/2022). Hal itu memberi sinyal OPEC+ kemungkinan akan menahan produksi minyak, seiring perlambatan pertumbuhan global yang memukul permintaan bahan bakar dan penguatan dolar AS.

Pada Rabu (3/8/2022), data perdagangan hingga pukul 10:43 WIB di Intercontinental Exchange (ICE) menunjukkan minyak mentah brent kontrak Oktober turun 0,30 persen di 100,24 dolar AS per barel.

Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) mencatat untuk pengiriman September tertekan 0,26 persen menjadi 94,17 dolar AS per barel.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, bersama-sama dikenal sebagai OPEC+, dijadwalkan bertemu hari ini. Analis memperkirakan harga minyak yang cenderung merosot akan membuat OPEC+ kemungkinan tetap mempertahankan produksi minyak dengan kuota yang tidak berubah pada bulan September.

Analis memperkirakan tidak ada perubahan yang cukup berarti dalam pertemuan OPEC+, mengingat prospek permintaan yang lemah karena tumbuhnya kekhawatiran resesi. 

Sebagai salah satu anggota OPEC, Arab Saudi diperkirakan enggan untuk meningkatkan produksi. Menjelang pertemuan, OPEC+ memangkas perkiraannya menjadi 800.000 barel per hari (bph),

"Kemungkinan mereka akan mengumumkan peningkatan dengan output yang tetap rendah di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini dan sinyal melemahnya permintaan," kata analis ANZ Research dalam sebuah catatan, dilansir Reuters, Rabu (3/8/2022).

Pasar minyak dunia juga masih terbebani oleh sejumlah katalis termasuk meningkatnya kekhawatiran kemerosotan ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa, tekanan utang di negara-negara berkembang, dan kebijakan China yang membatasi aktivitas di importir minyak utama dunia. Demikian analisa Vivek Dhar, seorang pengamat Commonwealth Bank.

"Kami melihat ada risiko penurunan harga minyak di kuartal keempat 2022 karena kekhawatiran permintaan global terus tumbuh," kata Dhar dalam sebuah catatan.

Selain itu, lonjakan dolar yang kuat, didukung oleh komentar pejabat Federal Reserve AS yang mengisyaratkan akan ada lebih banyak kenaikan suku bunga turut membebani harga minyak karena greenback yang lebih kuat membuat minyak menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda