HoA Freeport Disebut Tak Mengikat, Dirut Inalum: Untuk Kunci Komitmen

Antara ยท Senin, 13 Agustus 2018 - 20:57 WIB
HoA Freeport Disebut Tak Mengikat, Dirut Inalum: Untuk Kunci Komitmen

Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum), Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Ant/Muhammad Adimaja)

JAKARTA, iNews.id – Proses negosiasi antara pemerintah Indonesia dan Freeport McMoRan dalam rangka divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) telah masuk dalam tahap penandatanganan perjanjian awal (Head of Agreement/HoA).

Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum), Budi Gunadi Sadikin mengatakan, proses negosiasi dengan Freeport cukup alot sehingga membutuhkan kejelasan dalam setiap detail transaksi, sehingga keberadaan HoA tetap penting.

"Head of Agreement atau perjanjian awal dengan Freeport tidak mengikat, namun itu diperlukan untuk memahami kejelasan detail bentuk transaksi," kata Budi di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Senin (13/8/2018).

Budi mengatakan, transaksi divestasi PTFI memang belum terjadi, namun HoA di awal diperlukan untuk mengunci komitmen dalam membuat perjanjian.

"Saham 51 persen itu masih secara legal, namun secara ekonomi kita hanya menerima sebanyak 30 persen," kata Mantan Direktur Utama Bank Mandiri itu.

Di lokasi yang sama, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana menyebut, HoA antara Freeport dan pemerintah tidak mengikat hasil transaksi.

"Dengan HoA belum tentu transaksi Freeport selesai, karena hal tersebut tidak mengikat untuk hasil transaksi," kata dia.

Dengan kata lain, apabila terjadi ketidaksepakatan antara pemerintah Indonesia dan Freeport, maka tidak ada konsekuensi hukum apapun.

"Apabila setelah HoA tersebut terjadi kegagalan atau tidak sepakat, bisa saja perjanjian tersebut akan berubah lagi, sebab HoA bukanlah perjanjian, tidak bisa pemerintah kemudian menggugat," kata Hikmahanto.

Selain itu, kata Hikmahanto, apabila Freeport bersedia menawarkan saham mayoritas 51 persen, Indonesia juga belum tentu memiliki kontrol penuh atas tambang emas tersebut.

Editor : Rahmat Fiansyah