Inalum Siap Kempit 9,36 Persen Saham Pemerintah di Freeport

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 24 November 2017 - 18:31 WIB
Inalum Siap Kempit 9,36 Persen Saham Pemerintah di Freeport

Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Saham PT Freeport Indonesia milik pemerintah sebesar 9,36 persen akan dialihkan ke PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Pengalihan saham ini seiring dengan dibentuknya holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pertambangan. PT Inalum nantinya menjadi induk perusahaan dari BUMN Pertambangan, sementara PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Timah Tbk (TINS) akan menjadi anggota perusahaan.

"Berkaitan dengan konsolidasi aset, tanpa kita mengakuisisi Freeport tapi kita sudah punya 9,36% dan itu akan diinbreng ke Inalum," kata Direktur Utama PT Antam, Arie Prabowo Ariotedjo saat konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (24/11/2017).

Saat ini struktur saham Freeport terdiri dari pemerintah sebesar 9,36 persen, divestasi 51 persen, dan sisanya 41 persen yang di dalamnya pemerintah daerah sebesar 10 persen. Rencananya saham Freeport akan diambil alih melalui Special Purpose Vehicle (SPV) hingga BPJS Ketenagakerjaan dan skenario itu masih terus dibahas dan belum ada keputusan lebih lanjut.

"Bagaimana kemudian ada SPV, ada BPJS di situ belum ada struktur yang pasti. Karena kita masih berunding terus. Dan timnya dipimpin oleh Pak Sekjen Kemenkeu. Seumpanya pendanaan cukup dari equity holding atau bagaimana kalau tidak cukup itu akan ada pinjaman ke bank," kata Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno di kesempatan yang sama, Jumat (24/11/2017).

Idealnya, kata Harry, pemerintah secara langsung mengempit 51 persen saham Freeport. Namun, dengan keterbatasan dana dan penghitungan aset yang belum mencapai titik temu, pengempitan saham secara bertahap tak jadi masalah.

"Kalau Freeport sudah 51 persen itu nanti tergantung negosiasi, sekitar Rp200 triliun. Kalau untuk ke depannya gimana, setelah holding terbentuk kita akan lakukan konsolidasi lagi di antara holding, untuk bagaimana meningkatkan pengembangan daripada ekspansi perusahaan kedepannya," katanya.

Editor : Ranto Rajagukguk