Inflasi Inggris Tembus 9 Persen, Tertinggi dalam 40 Tahun

Dinar Fitra Maghiszha ยท Rabu, 18 Mei 2022 - 16:00:00 WIB
Inflasi Inggris Tembus 9 Persen, Tertinggi dalam 40 Tahun
Inflasi Inggris tembus 9 persen, tertinggi dalam 40 tahun. Foto: Reuters

LONDON, iNews.id - Inflasi Inggris melonjak bulan lalu ke tingkat tahunan tertinggi dalam 40 tahun terakhir atau sejak 1982. Inflasi harga konsumen mencapai 9 persen pada April 2022. 

Kantor Stastitik Nasional (ONS) Inggris menyatakan, inflasi tersebut melampaui rekor inflasi pada resesi awal 1990-an, yang diingat rakyat Inggris karena suku bunga tinggi dan default hipotek yang meluas. 

Inggris saat ini memiliki tingkat inflasi tertinggi dari lima ekonomi terbesar di Eropa dan hampir semua negara G7, dengan Kanada dan Jepang belum melaporkan data inflasi bulan lalu. 

"Kami tidak dapat melindungi masyarakat sepenuhnya dari tantangan global ini tetapi memberikan dukungan yang signifikan di mana kami bisa, dan siap untuk mengambil tindakan lebih lanjut," kata Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak, dikutip dari Reuters, Rabu (18/5/2022).

Tagihan energi yang melonjak adalah pendorong inflasi terbesar, yang mencerminkan kenaikan tarif energi yang diatur bulan lalu. Efek dari invasi Rusia ke Ukraina menyebabkan tagihan tersebut kemungkinan akan melonjak lebih tinggi lagi pada Oktober mendatang.

Rumah tangga menghadapi tekanan biaya hidup terbesar sejak pencatatan dimulai pada 1950-an, dan kepercayaan konsumen telah merosot ke posisi terendah sepanjang masa.

Menurut ONS, harga makanan naik hampir 7 persen dalam 12 bulan hingga April. Pada Senin (16/5/2022), Gubernur Bank of England (BoE) Andrew Bailey mengatakan, kenaikan harga pangan adalah kekhawatiran utama.

Kenaikan harga yang dibebankan oleh restoran dan kafe karena tarif pajak pertambahan nilai kembali ke tingkat sebelum pandemi pada April. Ini juga menambah lonjakan inflasi bulan lalu.  

BoE pada bulan ini memperkirakan inflasi akan mencapai 10 persen akhir tahun ini. Ada tanda-tanda tekanan inflasi lebih lanjut ke depan karena produsen mengalami kenaikan terbesar bersama dengan kenaikan bahan baku, yang melonjak 18,6 persen secara tahunan. Ini menyamai level tertinggi Maret.

Sementara pabrik menaikkan harga sebesar 14 persen selama 12 bulan hingga April. Angka itu merupakan lompatan terbesar sejak Juli 2008.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: