Ini Alasan Erick Thohir Taruh 2 Wamen Jadi Komisaris BUMN

Aditya Pratama ยท Jumat, 21 Februari 2020 - 20:01 WIB
Ini Alasan Erick Thohir Taruh 2 Wamen Jadi Komisaris BUMN

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk dua Wakil Menteri BUMN untuk duduk di dewan komisaris perusahaan pelat merah. Dia menilai penunjukan hal tersebut adalah hal yang biasa.

Budi Gunadi Sadikin belum lama ini diangkat menjadi Wakil Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Sementara Kartika Wirjoatmodjo ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT BRI (Persero) Tbk.

"Kalau kita melihat struktur perusahaan BUM, benar dan salah, ada perwakilan pemerintah enggak? dan itu bukan kebijakan baru," katanya di Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Pemilik Mahaka Group itu menilai, kedua anak buahnya itu cukup kompeten ditempatkan di kedua BUMN tersebut. Dia menyebut, Tiko, sapaan akrab Kartika, ditempatkan di BRI untuk mendongkrak kinerja bank tersebut.

Dia tak mempermasalahkan posisi Tiko sebelumnya sebagai Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang memiliki bisnis berbeda dengan BRI meski sama-sama perbankan.

"BRI lebih mikro dan ada salah satu yang didiskusikan kementerian bagaimana BRI bersinergi dengan PMN (Permodalan Nasional Madani), UKM-UKM pembiayaan lainnya supaya lebih efisien, apakah namanya Mekaar dan lain-lain," tuturnya.

Alasan yang sama, kata Erick, juga saat menempatkan Budi sebagai pendamping Basuki Tjahaja Purnama di Pertamina. Budi dinilai berpengalaman di bidang keuangan dan energi.

"Kita perlu Pak Budi di Pertamina karena Pertamina sudah ada minyak ada gas dan sebagainya," ucapnya.

Yang menarik, kata Erick, justru saat dia menempatkan orang-orang di Komisaris Independen. Dia menyebut nama Yenny Wahid yang ditunjuk mengisi posisi tersebut di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Yenny bisa menjadi 'suara masyarakat' di maskapai pemerintah itu.

"Ketika dia (Yenny) bicara dari hati ke hati kan simpel. 'Ibu enggak wakilin saya, Ibu wakilin publik, apalagi di Garuda itu tidak hanya ada isu korporasi dan lainnya'. Yang terbaik ya Bu Yenni meskipun bilang pre judice ya namanya pemilihan enggak ada yang sempurna," ucapnya.


Editor : Rahmat Fiansyah